Februari 10, 2026
image - 2025-12-11T233621.170

bharindo.co.id Jakarta,- Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP., memastikan penyaluran bantuan pangan kemanusiaan di wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera terus dipercepat. Kementerian Pertanian mengerahkan tim khusus hingga memanfaatkan helikopter untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi.

“Penyaluran ke daerah-daerah terisolir menggunakan helikopter. Tim kami sudah bergerak,” ujar Mentan, dikutip dari Antaranews, Kamis (11/12/25).

Kementan mencatat realisasi bantuan pangan untuk korban bencana di tiga provinsi hingga 10 Desember 2025. Untuk Provinsi Aceh, alokasi bantuan pangan non-reguler mencapai 16.289,44 ton dengan realisasi 3.415,33 ton atau 21 persen. Sejumlah daerah mencatat realisasi 100 persen, di antaranya Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Subulussalam, dan Singkil.

Sementara daerah dengan realisasi rendah tercatat di Aceh Tengah (13 persen), Bener Meriah (34 persen), dan Aceh Tamiang (42 persen).

Untuk bantuan reguler, total alokasi beras mencapai 10.613,64 ton dan minyak goreng 2.122.738 liter dengan realisasi keseluruhan 32 persen. Daerah dengan capaian tinggi terdapat di Sabang, Banda Aceh, Pidie Jaya, Lhokseumawe, dan Aceh Jaya. Adapun sejumlah daerah menunjukkan realisasi sangat rendah, termasuk Bireuen, Aceh Timur, Subulussalam, Nagan Raya, Simeulue, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Di Sumatera Utara, realisasi bantuan pangan non-reguler tercatat 2.635,78 ton dari total alokasi 6.527,52 ton atau setara 40 persen. Daerah dengan realisasi 100 persen meliputi Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba, Samosir, Tanjungbalai, Asahan, dan Pakpak Bharat.

Realisasi rendah terdapat di Batu Bara (31 persen) dan Tapanuli Selatan (21 persen).

Untuk bantuan reguler, total alokasi beras 16.893,92 ton dan minyak goreng 3.378.784 liter dengan realisasi keseluruhan 32 persen. Sejumlah daerah menunjukkan capaian di atas 90 persen, seperti Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Toba, Samosir, Asahan, Labuhan Batu, hingga Gunung Sitoli.

Di sisi lain, beberapa daerah mencatat realisasi sangat rendah, yakni Tapanuli Utara (0 persen), Nias (0 persen), Nias Barat (0 persen), Nias Selatan (0 persen), dan Tapanuli Tengah (3 persen).

Untuk Provinsi Sumatera Barat, realisasi bantuan pangan non-reguler mencapai 742,24 ton dari total alokasi 795,74 ton atau 93 persen. Hampir seluruh kabupaten/kota mencapai realisasi 100 persen, kecuali Pesisir Selatan (88 persen).

Sementara bantuan pangan reguler mencatat kinerja tinggi dengan realisasi 99–100 persen hampir di seluruh daerah. Adapun beberapa wilayah dengan pencapaian rendah antara lain Solok (17 persen), Dharmasraya (51 persen), Sijunjung (65 persen), dan Solok Selatan (63 persen).

Untuk mempercepat penyaluran, Kementan menugaskan pejabat eselon I, termasuk Inspektorat Jenderal Kementan dan Deputi III Bapanas, untuk turun langsung ke Aceh. Seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah terdampak juga ikut digerakkan.

“Kami tugaskan Sumut kepada Pak Ali Jamil dan Deputi I Pak Ketut. Sumbar kepada Kepala SDM dan Brigjen Hermawan,” jelas Mentan.

Mentan menegaskan bahwa pejabat yang telah menyelesaikan tugasnya diperbolehkan kembali ke Jakarta, namun para direktur jenderal diminta tetap memperkuat tim darurat di lokasi terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *