Oktober 19, 2026
MUI Tulungagung Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan

TULUNGAGUNG, Bharindo.co.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung terus mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan ekonomi keluarga. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui seminar bertema kepedulian terhadap pembangunan ekonomi perempuan yang digelar di Hotel Front One, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja MUI Kabupaten Tulungagung tahun 2026 yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan dalam mengembangkan usaha, mengelola keuangan, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Seminar tersebut menghadirkan materi mengenai manajemen usaha dan manajemen permodalan syariah. Kedua materi ini diharapkan dapat menjadi bekal praktis bagi peserta untuk mengembangkan usaha secara lebih terencana, produktif, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan MUI Kabupaten Tulungagung, Dr. dr. Kasil Rohmad, MMRS, yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD dr. Iskak Tulungagung, menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan perlu mendapat perhatian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Seminar ini diikuti perwakilan perempuan dari berbagai kelompok, di antaranya pengemudi ojek daring (ojol), perempuan mantan tenaga kerja Indonesia (TKI), pelaku usaha katering, pengusaha garmen dan batik, serta perwakilan koperasi perempuan.

Keberagaman peserta tersebut menunjukkan luasnya ruang pemberdayaan ekonomi perempuan, baik bagi mereka yang telah memiliki usaha maupun yang ingin mengembangkan keterampilan untuk memperoleh penghasilan secara mandiri.

Melalui pembekalan manajemen usaha, peserta diharapkan mampu memahami pentingnya perencanaan bisnis, pengelolaan operasional, serta pengembangan usaha yang berkelanjutan. Sementara itu, materi permodalan syariah diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai pilihan pembiayaan usaha yang sesuai dengan prinsip syariah.

Program pemberdayaan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perempuan dalam menjalankan dan mengembangkan aktivitas ekonominya.

Peningkatan kemampuan mengelola usaha dan memahami permodalan dinilai penting agar pelaku usaha perempuan dapat mengambil keputusan secara lebih tepat, mengelola risiko, serta memperkuat keberlangsungan usaha.

MUI Kabupaten Tulungagung melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas kesempatan perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Dr. dr. Kasil Rohmad, MMRS, berharap program pemberdayaan perempuan yang menjadi agenda kerja MUI Kabupaten Tulungagung tahun 2026 ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan di Kabupaten Tulungagung.

Dengan adanya kegiatan tersebut, perempuan diharapkan semakin memiliki kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi yang berdampak positif bagi keluarga maupun lingkungan sekitarnya. (ahs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *