TULUNGAGUNG, BHARINDO.CO.ID — Pemerintah Desa Bendosari, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) pada Jumat, 24 Juli 2026. Kegiatan tersebut membahas sekaligus menyepakati rancangan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun Anggaran 2027.

Musyawarah ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngantru, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Ngantru, Kapolsek Ngantru, Danramil Ngantru, Kepala Desa Bendosari beserta perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para tokoh masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan gagasan dan aspirasi berbagai unsur masyarakat dalam merancang arah pembangunan Desa Bendosari pada tahun mendatang.
Melalui Musrenbangdes, pemerintah desa bersama BPD dan tokoh masyarakat membahas berbagai gagasan serta masukan yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program prioritas pembangunan tahun 2027.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar perencanaan pembangunan tidak hanya menjadi agenda pemerintah desa, tetapi juga mencerminkan kebutuhan dan harapan warga.
Musyawarah ini sekaligus menjadi wujud kebersamaan antara pemerintah desa, unsur Forkopimcam, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan Desa Bendosari.
Selain membahas rancangan program kerja, kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen keterbukaan Pemerintah Desa Bendosari dalam proses perencanaan anggaran dan pembangunan desa.
Dengan adanya ruang dialog dan penyampaian aspirasi, masyarakat diharapkan dapat mengetahui arah kebijakan pembangunan serta turut memberikan sumbangsih pemikiran demi kepentingan bersama.
Penyusunan RKP Desa Tahun Anggaran 2027 diharapkan mampu menghasilkan program yang tepat sasaran, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mendukung peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan warga.

Musrenbangdes bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian penting dari proses pembangunan partisipatif. Sebab, kemajuan desa akan lebih mudah diwujudkan apabila pemerintah dan masyarakat berjalan bersama, saling terbuka, serta memiliki komitmen yang sama untuk membangun desa. (ahs***)
