Jakarta, bharindo.co.id – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan yang berfokus pada keselamatan para pemudik di seluruh Indonesia.
Menurutnya, keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan operasi tahunan tersebut. Hal ini sejalan dengan tagline yang diusung oleh Kapolri, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”
“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan, sehingga yang paling utama adalah keselamatan,” ujar Kakorlantas.
Pelaksanaan rekayasa lalu lintas selama Operasi Ketupat 2026 juga mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk akademisi dan pakar transportasi. Berdasarkan hasil evaluasi, tingkat kepuasan masyarakat terhadap manajemen lalu lintas mencapai angka tinggi, yakni 94,25 persen.
Kakorlantas menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari penerapan strategi berbasis data melalui transformasi digital yang terus dikembangkan oleh Korlantas Polri. Dengan pendekatan ini, pengambilan keputusan di lapangan tidak lagi hanya berdasarkan prediksi, tetapi juga didukung oleh data riil seperti traffic counting.
“Transformasi digital adalah sebuah keniscayaan. Setiap intervensi rekayasa lalu lintas harus berbasis data agar keputusan yang diambil lebih tepat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan volume kendaraan pada arus mudik tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, penggunaan teknologi pemantauan lalu lintas secara real-time dinilai sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keselamatan.
Lebih lanjut, keberhasilan Operasi Ketupat 2025 menjadi landasan dalam menyusun strategi pelaksanaan tahun ini. Fokus utama diarahkan pada tiga aspek, yakni kelancaran lalu lintas, keselamatan pemudik, serta kemampuan adaptasi dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Sementara itu, pengamat perlindungan konsumen dan kebijakan publik, Tulus Abadi, menilai Operasi Ketupat 2026 berhasil menunjukkan kinerja yang positif. Ia menyebut angka kecelakaan lalu lintas berhasil ditekan hingga 30 persen.
Menurut Tulus, tingginya tingkat kepuasan masyarakat yang mencapai 94 persen menjadi indikator bahwa pengamanan dan pelayanan kepada pemudik berjalan efektif.
“Hasil survei menunjukkan 94 persen masyarakat puas. Ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” ujarnya.
Awak media Bharindo mencatat, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara teknologi, strategi, dan pelayanan humanis mampu menciptakan mudik yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat. (ils78***)