Oktober 27, 2026
Pamekasan Traditional Culture 2026

PAMEKASAN, bharindo .co.id – Ajang Pamekasan Traditional Culture 2026 akan digelar untuk mengangkat warisan budaya sekaligus memperingati hari lahir Sumpah Pemuda, pada 25‑31 Oktober 2026 di Monumen Arek Lancor Pamekasan.

Dartini Dwi Puji Astutik, Ketua DPC Tiara Kusuma Kabupaten Pamekasan, menjadi salah satu tokoh pendukung kegiatan ini. Kegiatan mengusung semangat “Dari Pamekasan Untuk Indonesia”, dengan dua pesan utama yaitu melestarikan budaya rias tradisi dan menghidupkan kembali semangat Sumpah Pemuda.

Penyelenggaraan ini juga mendapat dukungan dari Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) dan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Keduanya berperan mendukung agar pameran dan rangkaian acara berjalan lancar dan menjangkau banyak kalangan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ini dikaitkan dengan peristiwa bersejarah 28 Oktober 1928, momentum lahirnya Sumpah Pemuda. Penyelenggara ingin nilai‑nilai persatuan kebangsaan tetap hidup di tengah generasi sekarang.

Dartini menyampaikan bahwa budaya tradisional adalah identitas daerah yang tak boleh hilang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga dan mewariskannya kepada generasi muda.

Monumen Arek Lancor dipilih sebagai lokasi karena merupakan ikon publik Pamekasan yang sering dipakai untuk kegiatan kebudayaan dan kebangsaan. Diharapkan tempat ini menjadi ruang pertemuan yang hangat bagi warga dari berbagai usia.

Selama tujuh hari penyelenggaraan, akan ada berbagai penampilan budaya rias tradisi yang menampilkan kekhasan daerah Pamekasan. Pengunjung bisa melihat langsung keindahan warisan leluhur yang jarang ditampilkan di acara biasa.

Pihak penyelenggara membuka peluang partisipasi masyarakat yang ingin ikut mendukung kegiatan. Bagi yang ingin bertanya lebih lanjut bisa menghubungi Laily Rahmawati di nomor 082143431718.

Dukungan DKP dan AJP bukan hanya sekadar kehadiran, melainkan juga upaya bersama untuk mendokumentasikan setiap momen kegiatan agar bisa menjadi arsip budaya daerah.

Penyelenggara berharap melalui ajang ini, masyarakat sadar bahwa melestarikan budaya juga bagian dari menjaga persatuan Indonesia seperti yang diamanatkan dalam Sumpah Pemuda.

Semangat kebersamaan yang ditanamkan diharapkan tidak berhenti saat acara selesai, tapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari‑hari warga Pamekasan.

Dengan tagline “Lestarikan Budaya Rias Tradisi • Jiwai Semangat Sumpah Pemuda”, Pamekasan Traditional Culture 2026 siap menjadi ajang yang mempererat rasa cinta daerah dan tanah air.
(NMWS***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *