Februari 16, 2026
image - 2025-12-05T194732.850

bharindo.co.id Jakarta,- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi di berbagai wilayah, baik yang berada di daerah terdampak bencana maupun di luar kawasan, untuk bergerak cepat memberikan dukungan kesehatan, logistik, layanan darurat, hingga bantuan psikososial bagi sivitas akademika dan masyarakat.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat kontribusi kampus dalam penanganan bencana, terutama pada wilayah terdampak di Sumatra.

“Dalam situasi darurat seperti yang terjadi di Sumatra, kehadiran akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan menjadi wujud nyata bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat. Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran,” ujar Brian, Jumat (5/12/2025).

Sejumlah perguruan tinggi di Aceh telah mengambil langkah konkret sejak awal bencana:

  • Universitas Syiah Kuala (USK) membuka dapur umum sejak 30 November 2025 untuk mahasiswa terdampak, serta menggalang donasi guna memastikan layanan ini berlanjut selama masa pemulihan.

  • Universitas Malikussaleh (Unimal) membuka dapur umum dan mengalihfungsikan auditorium sebagai tempat pengungsian mahasiswa. Kampus juga menyediakan posko kesehatan bagi para pengungsi.

  • Universitas Teuku Umar (UTU) mengirim tim relawan ke lokasi banjir paling parah di Beutong Ateuh Banggala, mendirikan dapur umum, serta menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan mendesak.

  • Universitas Samudra (Unsam) menjadi titik terdampak cukup parah. Sebanyak 315 orang, terdiri dari 285 mahasiswa dan 30 warga, mengungsi ke Gedung Multiguna. Unsam mendirikan posko bantuan dan menyalurkan logistik, termasuk menyediakan dua kali makan setiap hari melalui dapur umum.

  • Universitas Abulyatama Aceh (Unaya) mengirim tim kesehatan ke Pidie Jaya untuk mendukung evakuasi dan layanan medis, serta menggalang bantuan bagi warga di Bireuen, Aceh Utara, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Di Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) membuka pendaftaran beasiswa darurat bagi mahasiswa dari tiga provinsi terdampak bencana. Pendaftaran dibuka hingga 13 Desember, dan hasilnya diumumkan pada 17 Desember 2025.

Sementara di Sumatera Barat, mahasiswa dan dosen Universitas Putra Indonesia YPTK Padang memberikan dukungan psikososial, menyalurkan air bersih dan sembako, serta membantu pembersihan rumah warga yang terdampak.

Dari luar wilayah terdampak, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengirim tim relawan pendahulu pada Rabu (3/12) untuk melakukan asesmen awal dan memastikan jalur bantuan dapat tersalurkan secara efektif.

Kemdiktisaintek menyampaikan apresiasi atas kecepatan dan empati perguruan tinggi dalam merespons kondisi darurat. Koordinasi antara kementerian, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terus dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan, logistik, serta dukungan pendidikan bagi mahasiswa tetap berjalan selama masa pemulihan.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan berupa relaksasi pembelajaran bagi kampus-kampus terdampak, menyesuaikan tingkat kerusakan dan kebutuhan lapangan.

“Perguruan tinggi adalah kekuatan publik yang sangat penting dalam menghadapi bencana. Gerak cepat kampus menjadi modal besar untuk memastikan masyarakat dapat pulih, bangkit, dan kembali menjalani aktivitas pendidikan tanpa hambatan,” tegas Mendiktisaintek.

Respons cepat komunitas akademik menjadi salah satu aspek penting dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana di Sumatra. (hnds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *