Februari 16, 2026
WhatsApp Image 2025-05-02 at 17.17.43

Bharindo_Gorontalo,-. Sejumlah petani dan sopir truk mitra Bulog mengeluhkan lamanya waktu antrian serta dugaan adanya perlakuan prioritas terhadap kendaraan tertentu saat proses bongkar muat jagung di gudang sewa Bulog di Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Gudang tersebut digunakan untuk menampung jagung dalam rangka pengadaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Keluhan para mitra muncul akibat sistem antrian yang dinilai semrawut dan tidak transparan. Banyak sopir truk mengaku sudah mengantri hingga berhari-hari, namun justru kendaraan lain yang baru datang langsung dilayani terlebih dahulu.

“Kami sudah berhari-hari di sini. Tapi truk yang baru datang pagi tadi langsung dibongkar. Kami ini mitra resmi, tapi diperlakukan tidak adil,” keluh salah seorang sopir dengan nada kesal.

Rasa frustrasi para sopir makin memuncak ketika seorang pria yang mengaku anak buah dari mitra Bulog bernama Sadrun, menyampaikan bahwa pengiriman jagung ke gudang Bulog harus seizin Sadrun terlebih dahulu. Jika tidak, meskipun sudah menunggu berhari-hari, truk tidak akan menjadi prioritas bongkar.

“Kalau tidak lewat Sadrun, jangan harap jagungmu cepat dibongkar. Mau tunggu sehari dua hari atau seminggu pun, tidak akan dilayani,” ucap pria tersebut sebagaimana ditirukan beberapa sopir di lokasi.

Pantauan media menunjukkan puluhan truk bertonase besar berjejer di sepanjang kompleks pergudangan Telaga Biru, menimbulkan kepadatan dan risiko kerusakan pada jagung akibat terlalu lama berada dalam muatan.

Menanggapi hal tersebut, Amir Gani selaku Asisten Menejer SCPP Gorontalo penanggung jawab pengadaan jagung CPP Bulog Gorontalo menjelaskan bahwa antrian yang menumpuk disebabkan gudang belum beroperasi karena libur Hari Buruh. Ia mengakui adanya kekeliruan dalam mengidentifikasi kendaraan yang datang lebih dulu saat aktivitas bongkar kembali dibuka pasca-libur.

“Memang ada miss di hari pertama pasca-libur. Tapi kami sudah berkomunikasi dengan para sopir dan mitra, dan telah menyusun daftar antrian agar bongkar muat berjalan tertib. Kami juga akan memaksimalkan proses bongkar ke depannya,” jelas Amir.

Terkait tudingan adanya kendaraan yang diistimewakan, Amir membantah adanya perlakuan khusus. Ia menjelaskan bahwa truk yang dibongkar lebih dahulu adalah kendaraan pengangkut jagung binaan Program Swasembada Pangan oleh Polda, yang memang harus segera diperiksa kualitasnya dalam rangka kegiatan resmi.

“Bukan ada pengkhususan. Itu hanya persoalan kegiatan yang berkaitan dengan jadwal pemeriksaan kualitas. Tapi ke depan, kami pastikan semua mitra akan mendapat perlakuan yang sama,” tegasnya.

Sementara terkait keberadaan Sadrun yang disebut-sebut mengatur prioritas bongkar, Amir menampiknya. Ia menyebut pernyataan bahwa harus ‘lewat Sadrun’ hanya guyonan antar sopir di lapangan. Namun Amir tidak menampik bahwa Sadrun memang turut membantu proses percepatan bongkar muat kendaraan.

“Sadrun itu membantu kami di lapangan, karena kendaraan yang masuk sangat banyak. Sementara proses bongkar harus melalui pemeriksaan kualitas dan kuantitas sesuai ketentuan program cadangan pangan. Kehadiran dia membantu memperlancar alur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amir juga menyampaikan bahwa dalam rangka pengadaan jagung cadangan pangan tahun 2025, Bulog Gorontalo mendapat alokasi kuota sebesar 26 ribu ton. Jumlah tersebut masih bisa bertambah, seiring dengan evaluasi kebutuhan dan respon pemerintah. (nnts***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *