Februari 16, 2026
image - 2025-12-03T215905.727

bharindo.co.id Ambo, — Polda Maluku tengah mempersiapkan pembentukan Komunitas Keamanan Perairan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat maritim. Langkah ini diambil untuk memperkuat sistem deteksi dini sekaligus meningkatkan kecepatan respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di wilayah perairan Maluku.

Kapolda Maluku, Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa komunitas tersebut akan beranggotakan nelayan, pelaku pelayaran, otoritas pelabuhan, pengguna jasa laut, hingga masyarakat pesisir. Hal itu ia sampaikan dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 Polairud di Mako Ditpolairud Polda Maluku, Selasa (2/12/25).

“Banyak ekosistem maritim di pelabuhan yang harus kita pahami satu per satu. Komunitas ini akan membantu percepatan informasi dan penguatan keamanan perairan,” ujarnya.

Kapolda menilai pembentukan komunitas tersebut menjadi kebutuhan strategis mengingat 93 persen wilayah Maluku merupakan perairan. Karakter geografis ini menjadikan peran Direktorat Polairud tidak dapat digantikan oleh satuan manapun.

“Setiap hari ribuan kapal melintas di wilayah perairan kita. Kekayaan laut Maluku menjadi magnet bagi kapal dari berbagai wilayah. Ini membuat pengawasan Polairud menjadi krusial agar aktivitas berjalan aman dan tertib,” jelasnya.

Ia juga menyoroti sejumlah kasus yang pernah ditangani Ditpolairud, mulai dari dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di kapal asing hingga operasi penyelamatan kecelakaan laut. Kondisi ini, kata Kapolda, menuntut peningkatan kapasitas personel serta penguatan koordinasi lintas lembaga.

Kapolda menekankan tiga fokus utama peningkatan kinerja Ditpolairud, yaitu keselamatan transportasi laut, percepatan penanganan kecelakaan dan orang hilang, serta pencegahan potensi konflik antarwilayah perairan.

“Walau bukan pemberi izin transportasi air, Polair tetap wajib memberi peringatan dan melaporkan temuan lapangan untuk mencegah kecelakaan. Tanggung jawab moral kita adalah memastikan masyarakat merasa aman naik kapal,” tegasnya.

Terkait keterbatasan armada, Kapolda mengakui saat ini Ditpolairud hanya didukung 18 kapal serta unit kapal kecil di sejumlah lokasi. Namun ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan.

“Kita harus memperkuat kerja sama dengan TNI AL, Bakamla, Basarnas, KKP, dan seluruh institusi maritim lainnya,” ujarnya.

Peringatan HUT ke-75 Polairud berlangsung khidmat melalui doa bersama dan syukuran, dihadiri jajaran Ditpolairud, Kasat Polairud Polres jajaran, pilot serta kru Pesawat Beechcraft 1900D Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, tokoh agama, dan para undangan.

Menutup sambutannya, Kapolda menegaskan nilai fundamental tugas kepolisian laut dan udara.

“Polisi hadir untuk menolong, membantu, dan melindungi masyarakat. Jika ada yang melanggar hukum, barulah kita tindak. Saya berharap moralitas dan semangat pengabdian terus dijaga,” pungkasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *