Padang, Bharindo.co.id – Polda Sumatera Barat bersama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri terus mendalami peristiwa ledakan yang terjadi di lingkungan MAN 3 Padang, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab kejadian sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Hingga saat ini, aparat kepolisian menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, benda yang diduga sebagai perangkat rakitan pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan.
“Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya,” ujar Kombes Pol. Mayndra dalam keterangannya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Polda Sumbar dan Densus 88 melakukan penyelidikan di lokasi serta mengamankan seorang pelajar berinisial R (17) untuk dimintai keterangan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, yang bersangkutan diduga memiliki keterkaitan dengan barang-barang yang ditemukan.
Kombes Pol. Mayndra menegaskan bahwa seluruh keterangan yang diperoleh dari pemeriksaan awal masih dalam tahap verifikasi dan pendalaman oleh penyidik.
“Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman. Motif tersebut juga masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, perangkat tersebut diduga dirakit secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang diperoleh melalui media daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tua.
Selain itu, terduga juga mengaku pernah bergabung dalam sejumlah grup di dunia maya yang membahas mengenai bahan peledak. Namun demikian, seluruh pengakuan tersebut masih terus diverifikasi sebagai bagian dari proses penyidikan.
“Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum,” tegas Kombes Pol. Mayndra.
Saat ini, seluruh barang bukti yang ditemukan telah diamankan oleh kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan secara forensik. Tim gabungan Polda Sumatera Barat dan Densus 88 juga terus memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara utuh latar belakang dan rangkaian peristiwa tersebut.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diharapkan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar penyelidikan dapat berjalan secara profesional, objektif, dan transparan. (pks***)
JAMBI, bharindo.co.id – Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar resmi melantik Pengurus Komite Olahraga…
Mamuju, bharindo.co.id — Kapolda Sulawesi Barat menegaskan bahwa tugas personel lalu lintas memiliki dimensi pelayanan…
Polda Sulbar, bharindo.co.id — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Briptu Risaldi,…
POLRES MAMASA, bharindo.co.id --Personel piket Polsek Mamasa melaksanakan kegiatan Pergelaran Pasukan Ambang Gangguan (AG) pagi…
MAMASA, bharindo.co.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Mambi terus menunjukkan komitmen dalam mendukung ketahanan pangan dan…
Polda Sulbar, bharindo.co.id - Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta kembali meninjau langsung perkembangan…