bharindo.co.id Banten,- Polda Banten terus mengintensifkan perannya dalam membentuk karakter generasi muda melalui Program Polisi Peduli Pendidikan (Poldik). Program ini bukan sekadar simbolik, melainkan langkah strategis Polri dalam melakukan kontrol dan deteksi dini terhadap kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan.
Pekan lalu, dua perwira menengah Polda Banten turun langsung ke sekolah-sekolah dan bertindak sebagai pembina upacara, menyampaikan pesan-pesan keras namun edukatif kepada para pelajar.
Di SMK Negeri 5 Kota Serang, pembina upacara dipimpin oleh Dirbinmas Polda Banten Kombes Pol. Imam Tarmudi, S.I.K., M.H. Sementara itu, di SMK Negeri 1 Waringinkurung, Kabupaten Serang, upacara dipimpin oleh Dirpamovit Polda Banten Kombes Pol. Resza Ramadianshah, S.I.K., M.H.
Dalam amanatnya, Kombes Pol. Imam Tarmudi menegaskan bahwa disiplin, nasionalisme, dan kepatuhan terhadap hukum harus ditanamkan sejak dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
“Disiplin dan taat hukum harus dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan disiplin yang kuat dan rasa cinta tanah air, adik-adik semua dapat menjadi generasi yang membanggakan dan berkontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Imam Tarmudi, dikutip dari Radar Banten, Senin (2/2/2026).
Kapolda Banten Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa Program Poldik merupakan instrumen strategis Polri dalam mencegah potensi penyimpangan perilaku pelajar, sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan dunia pendidikan.
“Melalui kegiatan pembina upacara serentak ini, diharapkan terjalin sinergi antara Polri dan dunia pendidikan, serta meningkatnya kesadaran hukum dan kedisiplinan di kalangan pelajar. Ini penting untuk mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.
Perwira tinggi berpangkat melati tiga itu juga secara tegas mengimbau pelajar menjauhi narkoba, kenakalan remaja, dan penyalahgunaan media sosial yang dapat merusak masa depan.
“Fokuslah menuntut ilmu, jauhi narkoba, jangan terlibat kenakalan remaja, serta cerdas dan santun dalam bermedia sosial. Apa yang kalian lakukan hari ini akan menentukan masa depan kalian dan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kombes Pol. Resza Ramadianshah dalam amanatnya di SMKN 1 Waringinkurung menyoroti bahwa kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba merupakan dua ancaman serius yang saling berkaitan dan membutuhkan penanganan menyeluruh.
“Diperlukan pendekatan komprehensif dari berbagai pihak—pendidikan, masyarakat, dan pemerintah—agar generasi bangsa terselamatkan dari kenakalan dan kriminalitas,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa faktor pemicu kenakalan remaja meliputi ketidakharmonisan keluarga, lingkungan pergaulan, kesalahan penggunaan media sosial, serta minimnya edukasi dan pengawasan di sekolah. Dalam konteks inilah, Program Poldik hadir sebagai mitra strategis dunia pendidikan.
Sebagai bentuk konkret pelayanan kepada masyarakat, Dirpamovit Polda Banten juga menyampaikan bahwa Polri menyediakan layanan darurat Call Center 110 yang dapat diakses gratis selama 24 jam.
“Layanan 110 menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan Polri untuk melaporkan tindak kejahatan maupun penyalahgunaan narkoba. Ini adalah wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan cepat dan responsif,” pungkasnya. (***)
bharindo.co.id Tebing Tinggi,- Respons cepat kembali ditunjukkan Polres Tebing Tinggi dalam menangani laporan masyarakat. Pada…
bharindo.co.id Tebing Tinggi,- Dalam upaya mencegah kenakalan remaja serta meningkatkan kesadaran hukum dikalangan pelajar, Kasat…
bharindo.co.id Labuhanbatu,- Kapolsek Panai Tengah bersama personil Polsek Panai Tengah berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika…
bharindo.co.id Jombang,– Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar…
bharindo.co.id Jombang,- Sebagai wujud apresiasi institusi terhadap kinerja dan dedikasi anggota, Kapolres Jombang AKBP Ardi…
bharindo.co.id Mamasa, Sumarorong — Penyaluran pupuk subsidi di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa, kini menjadi sorotan…