Juli 3, 2026
45913_1849

Kolaka, bharindo.co.id Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, meresmikan 17 jembatan perintis dalam kunjungan kerjanya ke Polda Sulawesi Tenggara, Senin (20/4/2026). Dua di antaranya merupakan jembatan utama bernama “Dhira Brata” yang berlokasi di Desa Sabilambo, Kabupaten Kolaka, dan Desa Silui, Kecamatan Ueesi, Kabupaten Kolaka Timur.

Peresmian ini menjadi bagian dari implementasi arahan Prabowo Subianto dalam mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan perintis yang bertujuan membuka akses wilayah, meningkatkan konektivitas, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri dalam mendukung pembangunan di daerah, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan akses transportasi maupun tingkat kerawanan tertentu.

“Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa akses masyarakat tidak lagi terhambat, sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Wakapolri.

Jembatan perintis ini diproyeksikan melayani lebih dari 1.200 kepala keluarga serta menghubungkan sedikitnya sembilan desa di wilayah Kolaka dan Kolaka Timur. Pembangunannya dilakukan melalui kolaborasi antara Polri dan masyarakat dengan semangat gotong royong, serta dukungan tenaga profesional untuk memastikan keamanan konstruksi.

Adapun Jembatan Dhira Brata 1 yang berada di Desa Sabilambo memiliki bentang utama sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter dan kapasitas beban hingga 1,5 ton, diperuntukkan bagi pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor. Sementara Jembatan Dhira Brata 2 di Desa Silui memiliki panjang 30 meter dengan lebar 3 meter, serta menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha dan delapan desa lainnya.

Selain dua jembatan utama tersebut, Polri juga telah memetakan 15 titik jembatan lainnya di berbagai wilayah Sulawesi Tenggara untuk pembangunan dan perbaikan, yang tersebar di sejumlah kabupaten melalui jajaran Polres.

Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan ini sejalan dengan karakter geografis Indonesia yang menuntut infrastruktur tangguh dan adaptif.

“Presiden menekankan bahwa Indonesia memiliki karakter geografis yang penuh potensi sekaligus risiko bencana. Oleh karena itu, kita harus membangun infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah,” tegasnya.

Peresmian 17 jembatan perintis ini menjadi bukti komitmen Polri dalam mendukung pembangunan nasional, membuka akses wilayah terpencil, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara merata. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *