DEPOK, bharindo.co.id – Pengamanan aset strategis nasional kembali menjadi perhatian serius Polri. Dalam upaya memperkuat sistem perlindungan terhadap objek vital nasional, Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri resmi menjalin kerja sama teknis dengan PT Indonesia Chemical Alumina (PT ICA) melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Teknis (PKT) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Burgundy 3, The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2026), dan dihadiri langsung oleh Direktur Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. M. Syahduddi, S.I.K., M.Si., serta Direktur Utama PT ICA, Arief Abidin.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memastikan standar pengamanan perusahaan yang bergerak di sektor industri strategis nasional berjalan sesuai regulasi dan mampu menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap aset perusahaan maupun operasional bisnis.
Direktur Utama PT ICA, Arief Abidin, menegaskan bahwa penandatanganan PKT tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan ketentuan keamanan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Penandatanganan PKT ini adalah komitmen kami dalam mematuhi dan mengimplementasikan Perpol Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Pengamanan pada Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu. Kami yakin kepatuhan ini akan membawa sistem pengamanan di lingkungan perusahaan ke level yang lebih baik, terstruktur, dan terukur,” ujarnya.
Sementara itu, Brigjen Pol. M. Syahduddi menegaskan bahwa keberhasilan penerapan Sistem Manajemen Pengamanan tidak hanya bergantung pada prosedur dan teknologi, tetapi juga pada sinergi yang kuat antara Polri dan pihak perusahaan.
Dalam arahannya, ia menekankan tiga prinsip utama yang harus menjadi landasan implementasi sistem pengamanan di lingkungan PT ICA.
Pertama, membangun kolaborasi yang erat antara Tim Teknis Ditpamobvit Polri dan tim pengamanan perusahaan agar mampu menghadapi setiap tantangan secara cepat dan efektif.
Kedua, mengubah cara pandang terhadap keamanan sebagai investasi strategis, bukan sekadar biaya operasional. Menurutnya, sistem keamanan yang kuat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan yang berada di bawah naungan ANTAM Group.
“Keamanan bukan lagi cost atau beban perusahaan, tetapi investasi jangka panjang yang menentukan keberlanjutan dan stabilitas operasional perusahaan,” tegasnya.
Ketiga, Brigjen Syahduddi menyoroti pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam sistem pengamanan. Ia menilai teknologi dan perangkat keamanan secanggih apa pun tidak akan optimal tanpa didukung personel yang memiliki integritas, disiplin, dan profesionalisme tinggi.
Penandatanganan PKT tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan sistem pengamanan objek vital nasional, khususnya di sektor industri strategis yang memiliki peran besar terhadap perekonomian nasional.
Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama, pertukaran cenderamata, serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan aset strategis negara.
Turut mendampingi Dirpamobvit Polri dalam kegiatan tersebut antara lain Kasubdit Audit Sispamobvitnas Kombes Pol. Hamam Wahyudi, Kasubdit Pam VIP Kombes Pol. Aditya Suryadarma, beserta jajaran teknis Ditpamobvit. Sementara dari pihak PT ICA hadir Direktur Keuangan HC & CSR Eko Bayu Endriawan, Plt. Manager CSR & ER Heri, Senior Security Specialist Hubertus Vincesius Wake, serta Security & Asset Protection Manager PT Antam Tbk, Roni Setiawan. (azs***)
