Categories: DIVISI HUMAS

Polri Perkuat Transformasi Berbasis Riset, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan Hadir di Polda Riau

JAKARTA, bharindo.co.id – Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi yang modern, adaptif, dan Presisi melalui pengembangan ekosistem ilmu kepolisian berbasis riset, inovasi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Langkah strategis tersebut ditandai dengan pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau sebagai pengembangan baru dalam jejaring pusat studi kepolisian nasional.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P., menegaskan bahwa transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat agar mampu menjawab tantangan keamanan yang terus berkembang.

“Transformasi Polri membutuhkan fondasi ilmu pengetahuan yang kuat. Karena itu, Polri terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta melalui pengembangan jejaring 79 Pusat Studi Kepolisian, terdiri atas 40 pusat studi yang telah beroperasi, lima pusat studi dalam tahap penandatanganan perjanjian kerja sama, serta 34 pusat studi yang sedang dalam proses penyusunan perjanjian kerja sama. Di samping itu, PTIK juga telah mengembangkan 16 pusat studi tematik sebagai center of excellence yang mengkaji berbagai disiplin ilmu kepolisian,” ujar Kadiv Humas Polri.

Menurutnya, ekosistem tersebut menjadi fondasi penting dalam melahirkan inovasi, pengembangan doktrin, serta penyusunan kebijakan kepolisian yang berbasis ilmu pengetahuan (evidence-based policing).

Irjen Pol. Johnny Isir menjelaskan, pembentukan Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Polda Riau menjadi inovasi yang memperluas spektrum kajian kepolisian. Jika sebelumnya berbagai pusat studi mengembangkan bidang teknologi kepolisian, keamanan nasional, siber, antikorupsi, forensik, hingga perlindungan perempuan dan anak, maka pusat studi di Riau menghadirkan fokus baru pada konsep Green Policing dan ecological security.

“Keamanan masa depan tidak lagi hanya berbicara mengenai gangguan kamtibmas konvensional. Perubahan iklim, kebakaran hutan dan lahan, kerusakan ekosistem, serta kejahatan lingkungan memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Kehadiran Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan di Riau merupakan langkah strategis agar Polri memiliki basis riset dan kebijakan yang kuat dalam menjawab tantangan tersebut,” tegasnya.

Pembentukan pusat studi tersebut dibahas dalam kunjungan Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian PTIK, Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si., bersama Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si., ke Polda Riau pada Kamis (23/7/2026), sebagai bagian dari penguatan jejaring pusat studi kepolisian di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan menjelaskan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurutnya, ancaman seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran lingkungan, hingga dampak perubahan iklim bukan hanya persoalan ekologis, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, serta mengancam keselamatan masyarakat.

Implementasi Green Policing, lanjut Kapolda Riau, dibangun melalui tiga pilar utama, yakni prevention, law enforcement, dan restoration. Ketiga pilar tersebut diperkuat dengan pembangunan budaya organisasi melalui konsep Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation, sehingga kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter dan profesionalisme setiap insan Bhayangkara.

Selain berfungsi sebagai wadah penelitian, Pusat Studi Kepolisian dan Lingkungan juga diproyeksikan menjadi think tank yang mempertemukan akademisi, praktisi, pemerintah, masyarakat, dan komunitas lingkungan dalam menghasilkan riset, publikasi ilmiah, pengembangan kurikulum pendidikan kepolisian, serta rekomendasi kebijakan berbasis penelitian.

Dengan karakteristik geografis Provinsi Riau yang memiliki kawasan gambut terluas di Indonesia, hutan tropis yang berperan sebagai paru-paru dunia, serta tantangan kebakaran hutan dan lahan yang kompleks, Polda Riau dinilai memiliki posisi strategis sebagai living laboratory Green Policing.

Melalui perpaduan pengalaman empiris di lapangan dan kajian akademik, Polri berharap mampu melahirkan model pemolisian yang adaptif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di berbagai daerah sebagai bagian dari penguatan transformasi menuju institusi yang semakin profesional, modern, Presisi, dan berbasis ilmu pengetahuan. (azs***)

adminbharindo

Recent Posts

900 Personel Gabungan Amankan Dua Aksi Unjuk Rasa di Jakarta, Polisi Imbau Masyarakat Gunakan Jalur Alternatif

JAKARTA, bharindo.co.id – Sebanyak 900 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat,…

23 jam ago

Kapolri Terima Audiensi Direktur FBI, Perkuat Kerja Sama Hadapi Kejahatan Transnasional

JAKARTA, bharindo.co.id – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menerima audiensi Direktur Federal…

2 hari ago

Kompolnas Perkuat Sinergi Lintas Lembaga, Tingkatkan Perlindungan Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan

JAKARTA, bharindo.co.id – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memperkuat sinergi dengan sejumlah kementerian dan lembaga dalam…

2 hari ago

Pegadaian Gandeng Polri Perkuat Pengamanan Aset dan Nasabah, Dukung Pengembangan Layanan Bank Emas

SEMARANG, bharindo.co.id – PT Pegadaian (Persero) terus memperkuat sistem keamanan perusahaan melalui sinergi strategis dengan…

2 hari ago

Kapolri Ajak Seluruh Elemen Bangsa Lindungi Anak, Wujudkan Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas 2045

JAKARTA, bharindo.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kapolri Jenderal Polisi Listyo…

2 hari ago

687 Personel Gabungan Amankan Empat Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat, Polisi Imbau Massa Sampaikan Aspirasi Secara Damai

JAKARTA, bharindo.co.id – Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 687 personel gabungan dari Polda Metro…

2 hari ago