JAKARTA, bharindo.co.id – Sebanyak 900 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran dikerahkan untuk mengamankan dua aksi penyampaian pendapat yang berlangsung di kawasan Gambir dan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan pengamanan dilakukan guna memastikan pelaksanaan aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif, sekaligus menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Aksi pertama dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB di kawasan Gambir. Massa aksi berasal dari Cipayung Plus Jakarta Selatan yang terdiri dari LMND, HMP MPO, GMNI, PMKRI, HMI DIPO, SEMMI, PMII, IMM, KAMMI, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya.
Kawasan Gambir diperkirakan menjadi titik konsentrasi massa karena berada di sekitar sejumlah objek vital pemerintahan, seperti Istana Negara, Balai Kota DKI Jakarta, dan kawasan Patung Arjuna Wijaya (Patung Kuda).
Selama kegiatan berlangsung, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Utara, Jalan Medan Merdeka Selatan, hingga kawasan Patung Kuda diperkirakan mengalami peningkatan volume kendaraan dan berpotensi dilakukan pengalihan arus secara situasional.
Sementara itu, aksi unjuk rasa kedua dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB di depan Gedung DPR RI, Senayan. Aksi tersebut akan diikuti oleh massa dari Dewan Pimpinan Pusat Go Graber Indonesia.
Untuk mengantisipasi dampak kepadatan lalu lintas, kepolisian telah menyiapkan rekayasa arus kendaraan yang akan diberlakukan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengalihan arus akan disesuaikan dengan jumlah peserta aksi dan situasi lalu lintas sehingga dapat berubah sewaktu-waktu.
Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar menghindari kawasan Gambir, Jalan Medan Merdeka, Jalan Sudirman, dan sekitar Gedung DPR RI selama berlangsungnya aksi unjuk rasa. Pengguna jalan disarankan memanfaatkan jalur alternatif guna mengurangi potensi kemacetan.
Adapun sejumlah jalur alternatif yang dapat digunakan masyarakat antara lain:
Kepolisian menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional, serta mengimbau seluruh peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, tidak melakukan tindakan provokatif maupun anarkis, serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Polres Metro Jakarta Pusat juga mengajak masyarakat untuk terus memantau informasi lalu lintas dan menyesuaikan waktu perjalanan agar aktivitas tetap berjalan lancar selama berlangsungnya aksi penyampaian pendapat. (lks***)
MAMUJU, bharindo.co.id — Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Ditlantas Polda Sulbar) terus memperkuat…
MAMASA, bharindo.co.id — Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Mamasa, Sulawesi Barat, terus mengintensifkan upaya…
SULAWESI BARAT, bharindo.co.id — Memasuki hari ketiga pelaksanaan Pendalaman Audit Itwasum Polri Tahap II Tahun…
PASANGKAYU, bharindo.co.id — Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Pasangkayu mengamankan satu orang terduga pelaku dalam…
Sulawesi Barat, bharindo.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI Angkatan Laut, Kapolda…
MAMASA, bharindo.co.id — Pagi itu, suasana kebun jagung di Dusun Rantepongko, Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa,…