September 6, 2026
image - 2026-08-20T093847.889

CIANJUR, bharindo.co.id – Langkah nyata Polri dalam mendukung program strategis nasional kembali ditunjukkan. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. memimpin langsung penanaman perdana bawang putih di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026), sebagai bagian dari gerakan penanaman bawang putih serentak di 14 daerah di Jawa Barat.

Program tersebut menjadi salah satu upaya konkret mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada bawang putih nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor komoditas strategis tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., unsur Forkopimda Kabupaten Cianjur, serta kelompok tani yang terlibat dalam pengelolaan lahan seluas 6 hektare.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian penanaman bawang putih, panen raya, dan ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kemandirian bangsa sebagaimana menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Seperti yang selalu disampaikan Bapak Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia. Maka dari itu, Polri bergerak untuk menyukseskan Asta Cita swasembada, salah satunya melalui bawang putih,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, kebutuhan bawang putih nasional saat ini telah mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun, namun sekitar 95 persen masih dipenuhi melalui impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kolaborasi antara pemerintah, Polri, dan para petani.

Sejak tahun 2025, Polri telah menggandeng kelompok tani untuk mengembangkan budidaya bawang putih di berbagai daerah. Hingga tahun 2026, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 948 hektare dengan capaian panen basah sekitar 9.480 ton.

Program tersebut juga terus diperluas melalui keterlibatan jajaran kewilayahan Polri. Saat ini tercatat 14 Polda dan 59 Polres telah berpartisipasi aktif dengan total lahan tanam 279,53 hektare serta estimasi hasil panen mencapai 2.795,4 ton.

Khusus di wilayah Polda Jawa Barat, penanaman serentak dilakukan pada lahan seluas 44,58 hektare dengan potensi hasil panen sekitar 445,8 ton. Lahan tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari PTPN, Dinas Pertanian, hingga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Wakapolri optimistis produksi bawang putih nasional akan terus meningkat seiring bertambahnya luas lahan yang dikelola.

“Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan. Hingga target swasembada bawang putih terwujud,” tegasnya.

Selain pelaksanaan di Kabupaten Cianjur, kegiatan serentak juga berlangsung di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, yang meliputi penanaman bawang putih di lahan seluas 120 hektare, panen raya pada lahan 105 hektare, serta pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Gudang tersebut akan menjadi fasilitas penting untuk penyimpanan dan penjemuran hasil panen bawang putih sehingga kualitas produksi tetap terjaga, distribusi lebih baik, dan stabilitas pasokan nasional semakin kuat.

Melalui program ini, Polri menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap ketahanan pangan nasional sebagai salah satu pilar penting menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat. (ags***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *