Januari 13, 2026
image - 2026-01-12T153145.089

bharindo.co.id Bogor,— Komitmen Polri membangun masa depan bangsa bukan sekadar slogan. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Prof. Dr. Dedi Prasetyo turun langsung meninjau progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Senin (12/1/2026). Dalam kunjungan strategis tersebut, Wakapolri juga menyerahkan perlengkapan masjid secara simbolis kepada pengelola sekolah, menandai kuatnya sinergi antara pendidikan, karakter, dan nilai spiritual.

Dalam doorstop bersama awak media, Wakapolri menegaskan bahwa pembangunan SMA KTB merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya penguatan sumber daya manusia unggul sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.

“Alhamdulillah, hari ini saya bersama Yayasan Karabangsa, perwakilan filantropi, Polda Jawa Barat, dan Kapolres menyaksikan langsung progres pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara,” ujar Komjen Pol Dedi Prasetyo dengan optimisme tinggi.

Tak main-main, SMA KTB diproyeksikan sebagai sekolah unggulan nasional yang mengintegrasikan pembinaan karakter, keunggulan akademik, dan kepemimpinan. Dari sepuluh sekolah unggulan yang menjadi kebijakan pemerintah, Polri hadir nyata dengan menghadirkan satu institusi pendidikan strategis demi mencetak generasi emas bangsa.

“Bapak Kapolri berkomitmen penuh mempersiapkan generasi muda Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Wakapolri.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan capaian luar biasa. Dalam waktu lima setengah bulan, progres pembangunan SMA KTB telah mencapai 43 persen, melampaui target awal sebesar 40 persen.

“Ini artinya kita melampaui target. Insyaallah, pada bulan Juli bangunan ini sudah dapat dimanfaatkan oleh siswa SMA KTB,” ungkapnya.

SMA KTB Gunung Sindur akan menjadi rumah bagi siswa angkatan pertama yang saat ini menempuh pendidikan di SMA Global Darussalam Yogyakarta, sekaligus menampung angkatan kedua yang direncanakan langsung belajar di Gunung Sindur.

Untuk diketahui, angkatan pertama berjumlah 120 siswa, sementara angkatan kedua direncanakan 180 siswa. Antusiasme publik pun meledak. Proses rekrutmen angkatan kedua diikuti lebih dari 14.000 siswa SMP dari seluruh penjuru Indonesia.

“Seleksi dilakukan dengan standar nasional sekolah unggulan dan kriteria khusus. Dari lebih 14.000 peserta, akan disaring menjadi 3.000 di tingkat provinsi, lalu sekitar 400 di tingkat pusat,” jelasnya.

Seleksi tingkat provinsi dijadwalkan pada 14 Februari 2026, sementara seleksi pusat akan digelar di Akademi Kepolisian. Penetapan peserta terpilih direncanakan setelah Lebaran.

Wakapolri juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari filantropi, kontraktor, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga warga sekitar yang memberikan dukungan penuh.

“Tidak ada satu negara pun yang maju tanpa sumber daya manusia unggul. Sekolah ini adalah investasi strategis bangsa,” tuturnya.

Ke depan, lulusan SMA KTB diproyeksikan menembus universitas-universitas terbaik dalam dan luar negeri, serta berbagai akademi unggulan di Indonesia. Kehadiran SMA KTB juga sejalan dengan dukungan Polri terhadap program sekolah rakyat yang digagas pemerintah.

“Melalui sekolah unggulan ini, kita sedang menyiapkan kader-kader bangsa, calon pemimpin masa depan Indonesia,” pungkas Wakapolri dengan penuh keyakinan. (azs***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *