Maret 4, 2026
50ec7be0-1871-408c-a0d6-c73cc2f8df35_858940

Bharindo Semarang,– Kursus Komandan Disaster Victim Identification (DVI) tingkat internasional resmi dibuka hari ini, Kamis, 10 Juli 2025, bertempat di Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Semarang. Program pelatihan ini menjadi forum penting dalam peningkatan kapasitas penanganan identifikasi korban bencana dengan melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri.

Pelatihan DVI Internasional Commander Course 2025 diikuti oleh 29 peserta. Dari jumlah tersebut, 15 personel merupakan perwakilan dari berbagai instansi di Indonesia, sementara 14 peserta lainnya berasal dari negara-negara sahabat seperti Maladewa, Bangladesh (Dhaka), Nepal, Srilanka, Singapura, Brunei Darussalam, Laos, dan Vietnam. Kursus ini dibimbing oleh instruktur berpengalaman dari staf Pusdokkes Polri, yaitu Kombes Pol drg. Lisda Cancer, M.Biotech, dan Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi, Sp.OF.

Upacara pembukaan dihadiri oleh Direktur Eksekutif JCLEC, Brigjen Pol. Audie S. Latuheru; Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah, Sp.PD.FINASIM; Direktur Eksekutif Program JCLEC, Commander Danny Caruana; dan Direktur Pengembangan Kapasitas Indo-Pasifik Royal Canadian Mounted Police (RCMP), Superintendent Ryan Mitchell.

Dalam sambutan Kapusdokkes Polri yang dibacakan oleh Sespusdokkes Polri, Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah, disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan ini.  Brigjen Pol. Dr. dr. Farid menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan hasil kerja sama yang erat antara Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dan JCLEC.

Pelatihan Komandan DVI di JCLEC ini bukan yang pertama kali. JCLEC sebelumnya telah memfasilitasi berbagai pelatihan DVI, mulai dari tingkat dasar hingga lanjutan, ujar Sespusdokkes Polri, menggarisbawahi rekam jejak JCLEC sebagai pusat pelatihan DVI.

Penekanan utama dalam sambutan tersebut adalah apresiasi atas dukungan berkelanjutan dari Royal Canadian Mounted Police dalam peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang manajemen DVI, khususnya bagi peserta dari Polri dan negara-negara sahabat lainnya. Kolaborasi yang sangat baik dalam operasi DVI pada tragedi besar seperti MH17, Air Asia, dan identifikasi korban tenggelam di Johor Bahru juga diakui sebagai bukti efektivitas kerja sama internasional.

Di akhir sambutannya, Brigjen Pol. Dr. dr. Farid Amansyah mengucapkan selamat mengikuti pelatihan kepada seluruh peserta, serta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mempersiapkan acara ini. Penghargaan setinggi-tingginya juga disampaikan kepada Royal Canadian Mounted Police serta JCLEC atas dukungan pelaksanaan pelatihan ini.

Kami berharap program-program pelatihan DVI di JCLEC dapat terus berkesinambungan dan mendapat dukungan dari negara-negara donor, serta memohon bimbingan-Nya dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara, pungkas Brigjen Pol. Dr. dr. Farid. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *