MAMUJU, bharindo.co.id — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas masyarakat di kawasan Anjungan Pantai Manakarra, sejumlah pengayuh becak tampak setia menunggu penumpang. Bagi mereka, setiap kayuhan adalah ikhtiar untuk membawa pulang rezeki bagi keluarga.
Jumat (25/9/2026), suasana berbeda hadir di tengah para pengayuh becak tersebut. Sejumlah personel Bid Propam Polda Sulawesi Barat datang bukan untuk menjalankan tugas penegakan disiplin, melainkan membawa kepedulian dan sedikit kebahagiaan bagi mereka.
Dipimpin Kabid Propam Polda Sulbar Kombes Pol. Eko Suroso, personel menyambangi para pengayuh becak satu per satu. Sapaan hangat dan obrolan sederhana mewarnai pertemuan tersebut sebelum bantuan sembako diserahkan.
Puluhan paket kebutuhan pokok diberikan kepada para pengayuh becak. Bantuan itu mungkin sederhana, namun bagi mereka yang setiap hari mengandalkan penghasilan dari mengayuh becak, perhatian tersebut memiliki arti tersendiri.
Tidak sekadar menyerahkan bantuan, personel Bid Propam juga meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita dan keseharian para pengayuh becak. Ada tentang sulitnya mencari penumpang, kebutuhan keluarga, hingga harapan agar tetap diberikan kesehatan untuk terus bekerja.
Bagi Kabid Propam Polda Sulbar Kombes Pol. Eko Suroso, momen menjelang Hari Jadi ke-24 Propam Polri menjadi kesempatan untuk kembali mengingat makna pengabdian.
“Peringatan Hari Jadi Propam ke-24 ini menjadi momentum penting bagi kami untuk merefleksikan diri bahwa tugas kami bukan hanya menjaga integritas Polri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas sebagai mitra dalam mengawasi perilaku personel agar tetap pada porosnya sebagai pelayan dan pelindung,” ujar Eko.
Menurutnya, menjadi bagian dari Polri bukan hanya tentang menjalankan tugas dan menjaga kedisiplinan internal, tetapi juga tentang hadir ketika masyarakat membutuhkan perhatian dan kepedulian.
Bagi para pengayuh becak, kehadiran jajaran Bid Propam Polda Sulbar hari itu bukan sekadar soal paket sembako yang mereka terima. Lebih dari itu, ada rasa dihargai ketika pekerjaan dan perjuangan mereka sebagai pencari nafkah mendapat perhatian.
Salah seorang pengayuh becak menyampaikan terima kasih atas kepedulian tersebut. Ia berharap perhatian dan silaturahmi seperti itu dapat terus terjalin antara polisi dan masyarakat.
Kegiatan sederhana di tepian Pantai Manakarra itu pun menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar. Terkadang, pengabdian hadir melalui sebuah sapaan, jabat tangan, percakapan singkat, dan uluran tangan kepada mereka yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
Melalui rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Propam Polri, Bid Propam Polda Sulbar berharap semangat pengabdian terus tumbuh. Tegas dalam menjaga disiplin dan integritas internal, namun tetap hadir dengan wajah humanis serta kepedulian di tengah masyarakat.
Sebab, di balik seragam dan tugas yang diemban, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: Polri hadir untuk melayani dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (hws***)
PURBALINGGA, bharindo.co.id – Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus digaungkan Polres Purbalingga melalui program Green Policing.…
SUMATERA UTARA, bharindo.co.id – Aparat gabungan berhasil menggagalkan dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl)…
JAKARTA, bharindo.co.id – Mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru…
JAKARTA, bharindo.co.id – Paradigma keberhasilan kepolisian harus terus berkembang. Bukan semata-mata diukur dari banyaknya penindakan…
PALANGKA RAYA, bharindo.coo.id – Dedikasi personel Polri dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali…
JAKARTA, bharindo.co.id – Komitmen melindungi konsumen pangan kembali diuji. Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana…