Juli 2, 2026
8a7164cb-59c5-4c05-a164-3da03db88570_787052

Jakarta, bharindo.co.id Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meresmikan revitalisasi Masjid Panggilan Sujud di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lemdiklat Polri sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Revitalisasi tersebut menjadi simbol penguatan dimensi spiritual dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Dalam sambutannya, Wakapolri menegaskan bahwa pembentukan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, proses pendidikan harus dibangun dengan ketulusan hati, niat yang baik, dan ikhtiar yang maksimal.

“Proses dapat kita rancang, tetapi kualitas hasil tidak bisa direkayasa. Yang dapat kita kendalikan adalah kualitas hati, niat, dan ikhtiar, sedangkan hasil akhirnya merupakan ketetapan Allah SWT,” ujar Wakapolri.

Ia menjelaskan, pendidikan kepolisian tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus mengintegrasikan kecerdasan emosional dan spiritual. Karena itu, revitalisasi Masjid Panggilan Sujud bukan sekadar memperbarui bangunan fisik, melainkan menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, musyawarah, pelayanan sosial, hingga pembangunan peradaban.

“Masjid pendidikan harus menjadi tempat lahirnya pemimpin Polri yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, berintegritas, dan mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakapolri juga mengajak seluruh peserta didik Sespim Lemdiklat Polri untuk menginternalisasikan semangat “Impossible is Nothing” sebagai motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan. Semangat tersebut, kata dia, tercermin dari dedikasi seluruh personel Polri, termasuk personel penyandang disabilitas yang mampu menunjukkan performa terbaik dalam rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80.

Lebih lanjut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan komitmen Polri dalam melanjutkan reformasi pendidikan melalui penerapan sistem meritokrasi, pengembangan kepemimpinan berbasis talent pool, penyempurnaan kurikulum, serta pembangunan Laboratorium Kepemimpinan Digital sebagai sarana menyiapkan pemimpin Polri yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Peresmian revitalisasi Masjid Panggilan Sujud juga diisi dengan kuliah umum yang disampaikan oleh K.H. Dr. Aang Ridwan, M.Ag., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Dalam pemaparannya, K.H. Aang Ridwan mengapresiasi komitmen Polri yang terus memperkuat aspek spiritual melalui revitalisasi rumah ibadah di lingkungan pendidikan kepolisian.

“Nama Panggilan Sujud mengingatkan kita untuk selalu sadar waktu, sadar umur, dan sadar amal. Masjid ini diharapkan menjadi pusat silaturahmi, majelis ilmu, ruang diskusi, sekaligus tempat membentuk pribadi-pribadi yang berkualitas,” ungkapnya.

Ia juga berharap Polri terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), melanjutkan reformasi kelembagaan ke arah yang lebih baik, serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat.

Revitalisasi Masjid Panggilan Sujud menjadi salah satu rangkaian penting dalam Peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Momentum ini menegaskan bahwa transformasi Polri tidak hanya diwujudkan melalui modernisasi organisasi dan peningkatan profesionalisme, tetapi juga melalui penguatan karakter, spiritualitas, serta kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan semangat pengabdian kepada masyarakat. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *