bharindo.co.id Tulungagung,– RSUD dr. Iskak kembali menjadi sorotan nasional. Sebagai rumah sakit terbesar di Kabupaten Tulungagung dan satu‑satunya di Jawa Timur yang menyandang akreditasi A, fasilitas ini tidak hanya menonjol dari segi ukuran, tetapi juga dari sederet prestasi yang diraih.

Diantaranya, RSUD dr. Iskak ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Regional pada 2015 dan kemudian menjadi Rumah Sakit Pendidikan bagi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya pada 2016. Pada 2025, rumah sakit ini menjalani proses penilaian ulang akreditasi secara daring, dengan harapan dapat mempertahankan atau meningkatkan statusnya. Keberhasilan tersebut tercermin dalam berbagai inovasi, seperti aplikasi SIDAK untuk pelatihan daring dan kurikulum pelatihan komunikasi bahasa isyarat serta penanganan obat.
Namun di balik megahnya bangunan dan sederet penghargaan, muncul kekhawatiran serius terkait keselamatan kebakaran. Sejumlah karyawan mengungkapkan bahwa hidran pemadam kebakaran yang terpasang tampak hanya bersifat formalitas untuk mendukung proses akreditasi. Menurut mereka, tidak ada catatan perawatan rutin, dan surat kelayakan dari Dinas Pemadam Kebakaran.
Kondisi ini menimbulkan rasa waspada di kalangan pasien dan keluarga. “Kami berharap pihak manajemen dapat segera menanggapi isu ini, karena keselamatan pasien dan staf adalah prioritas utama,” ujar seorang pasien yang menolak disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD dr. Iskak belum memberikan pernyataan resmi mengenai status hidran dan kepatuhan standar kebakaran.
Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan setempat diharapkan dapat melakukan audit menyeluruh untuk memastikan semua peralatan keselamatan berfungsi dengan baik, sehingga RSUD dr. Iskak dapat tetap menjadi kebanggaan Tulungagung tanpa mengorbankan keselamatan pasien.

Stateman Bu Sulistianik SH MH KABAG UMUM RSUD dr ISKAK KAB TULUNGAGUNG …matursembahnuwun atas evaluasi dan suport utk iskak mjd semakin baik …terkait hidran di iskak ini telah mjd prioritas di th 2026 …hasil observasi di bbrp th kemarin sebenarnya hidran ini jg telah di lakukan upaya upaya utk jln keluar ..tapi mmg ada kendala yg bersifat teknis n sikon plan.Bu Sulistianik SH MH juga berkomentar biarlah dosa2nya ditanggung pejabat yg lama.Dengan nada ketus.Dengan hal ini masyarakat Tulungagung Berharap APH khususnya KPK TURUN utk menyelidikii DAN mengaudit RSUD dr Iskak.(AGNS***)
