Categories: Gorontalo

SPMB Menengah Atas Bermasalah, Deprov Gorontalo Gelar Rapat Komisi Gabungan Bahas Keluhan Masyarakat

Bharindo Gorontalo. Menyikapi keluhan masyarakat terkait mekanisme Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA yang dinilai tidak berpihak kepada kepentingan peserta didik, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo menggelar rapat komisi gabungan pada Jumat 4 Juli 2025 bertempat di Ruang Rapat Dulohupa DPRD Provinsi Gorontalo.

Pantauan Media, Rapat gabungan ini melibatkan Komisi I yang membidangi Pemerintahan, Hukum, dan Politik serta Komisi IV yang membidangi Pendidikan, Kesehatan, dan Sosial. Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Sulyanto Pateda, dan dihadiri hampir seluruh anggota kedua komisi tersebut.

Agenda rapat ini difokuskan pada evaluasi pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2025/2026, khususnya pada penerapan sistem zonasi berbasis domisili yang banyak menuai kritik. Sejumlah aduan masyarakat mencuat akibat tidak terakomodirnya siswa yang berdomisili dekat dengan sekolah tujuan, namun tergeser akibat keterbatasan kuota dan ketidaksesuaian administrasi domisili.

Hadir sebagai mitra strategis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo memberikan penjelasan teknis serta menerima masukan dari anggota dewan terkait tantangan di lapangan. Dalam forum tersebut, DPRD menekankan pentingnya asas keadilan dan keterjangkauan dalam sistem penerimaan siswa, serta mendesak agar pemerintah daerah melalui dinas teknis melakukan penyesuaian kebijakan yang lebih adaptif terhadap kondisi sosial masyarakat di setiap wilayah.

Wakil Ketua DPRD, Sulyanto Pateda, SE dalam arahannya menegaskan bahwa kebijakan pendidikan seharusnya mempermudah akses masyarakat.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat yang merasa dirugikan oleh sistem ini. Kita perlu mencari jalan tengah yang tidak bertentangan dengan regulasi namun tetap berpihak pada kondisi kepentingan peserta didik,” ujar Waka Sulyanto.

Anggota DPRD dalam rapat tersebut juga menekankan pentingnya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme dan prosedur SPMB. Hal ini dinilai penting agar tidak terjadi kesalahpahaman di kalangan orang tua siswa, terutama dalam memahami kriteria dan mekanisme tahapan pendaftaran.

Rapat ini menghasilkan sejumlah rekomendasi resmi sebagai awal penyelesaian masalah dan akan disampaikan ke Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan kebudayaan untuk ditindaklanjuti. DPRD juga berkomitmen untuk terus mengawal proses evaluasi SPMB demi menjamin keadilan akses pendidikan bagi seluruh warga. (nnts***)

adminbharindo

Recent Posts

Bos Narkoba Buronan Bareskrim Nekat Oplas Wajah demi Kabur! Kini Ganti Kewarganegaraan dan Bersembunyi di Malaysia

Jakarta, bharindo.co.id — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri terus memburu sosok buronan kelas kakap…

17 jam ago

KemenPPPA Desak Interpol Turun Tangan! Kasus Eksploitasi Seksual Anak Diduga Libatkan WNA Jepang Gegerkan Publik

Jakarta, bharindo.co.id — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendorong kepolisian untuk bekerja sama dengan…

17 jam ago

Jakarta Siaga! Belasan Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Hari Kebangkitan Nasional 2026

Jakarta, bharindo.co.id — Polda Metro Jaya menyiapkan sebanyak 14.237 personel gabungan untuk mengawal dan melayani…

17 jam ago

Kemnaker Gandeng Unpad, Siapkan SDM Unggul Hadapi Gempuran Dunia Kerja Digital

Bandung, bharindo.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia…

17 jam ago

Gudang Bulog Ngawi Penuh! Polisi Pastikan Stok Beras dan Jagung Aman hingga Bertahun-Tahun

Ngawi, bharindo.co.id — Satgas Pangan Polres Ngawi turun langsung melakukan pengawasan dan pengecekan stok beras…

17 jam ago

El Nino 2026 Mengancam! Polda Sumsel dan Polri Siaga Hadapi Karhutla, Krisis Pangan hingga Ancaman Sosial

Palembang, bharindo.co.id — Polda Sumatera Selatan bersama Divisi Humas Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi fenomena El…

17 jam ago