Categories: LEMDIKLAT

STIK–LEMDIKLAT POLRI RILIS RENCANA KERJA PENANGGULANGAN KORUPSI NASIONAL 2025–2029

Bharindo.coo.id Jakarta,-  Pusat Studi Anti Korupsi STIK–Lemdiklat Polri resmi merilis Rencana Kerja Penanggulangan Korupsi Nasional periode 2025–2029. Dokumen strategis tersebut menjadi pedoman nasional bagi penguatan integritas penyelenggaraan negara melalui pencegahan, penegakan hukum, reformasi sistem, serta pemberdayaan masyarakat.

Rencana kerja ini disusun berdasarkan sejumlah regulasi utama, di antaranya UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Perpres Nomor 54 Tahun 2018 tentang Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Dengan kerangka tersebut, Polri dan para pemangku kepentingan nasional diharapkan dapat bergerak lebih terstruktur dan sistematis dalam mencegah serta memberantas tindak pidana korupsi.

Pusat Studi Anti Korupsi menegaskan bahwa rencana lima tahun ini bertumpu pada empat pilar utama: pencegahan korupsi, penegakan hukum, reformasi sistem dan regulasi, serta pemberdayaan publik. Program akan dijalankan secara bertahap, mulai dari penguatan tata kelola (2025), digitalisasi dan integrasi pengawasan (2026), akselerasi penegakan hukum (2027), konsolidasi nasional (2028), hingga penyempurnaan sistem berkelanjutan (2029).

Target nasional yang dicanangkan antara lain penurunan kasus korupsi minimal 20 persen, peningkatan Indeks Persepsi Korupsi sebesar 10 poin, serta digitalisasi 90 persen layanan publik. Indikator tersebut menjadi tolok ukur dalam mempercepat reformasi birokrasi dan mendorong transparansi dalam penyelenggaraan negara.

Guru Besar STIK–Lemdiklat Polri, Prof. Dr. Iza Fadri, yang turut menyusun kerangka strategis tersebut, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Korupsi tidak bisa diberantas hanya dengan pendekatan penegakan hukum. Kita perlu membangun sistem yang mencegah peluang korupsi sejak awal, memperkuat integritas aparat, dan menumbuhkan budaya antikorupsi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi merupakan kunci utama keberhasilan. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka tata kelola pemerintahan harus bersih. Rencana kerja lima tahun ini bukan sekadar dokumen, tetapi komitmen nyata untuk menghadirkan negara yang transparan, akuntabel, dan dipercaya rakyat,” tegasnya.

Selain fokus pada penegakan hukum, Pusat Studi Anti Korupsi juga mengembangkan program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program tersebut meliputi kuliah umum, seminar, pelatihan zona integritas, penelitian kolaboratif dengan KPK dan Kejaksaan, kampanye antikorupsi, hingga penguatan mekanisme whistleblower.

Melalui agenda strategis periode 2025–2029 ini, STIK–Lemdiklat Polri menegaskan komitmennya untuk menghadirkan upaya pemberantasan korupsi yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. (azs***)

adminbharindo

Recent Posts

Mafia BBM Subsidi Diduga Bangkit Lagi! Nama Haji Nur Kembali Mencuat, Gudang Baru Disebut Bermunculan di Sulut

Sulawesi Utara, bharindo.co.id  — Praktik dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Sulawesi…

3 jam ago

Korsabhara Baharkam Polri Turun Gunung! Puluhan Personel Kepung Titik Rawan Jakarta Demi Jaga Keamanan Warga

Jakarta, Bharindo.co.id — Detasemen Perintis Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri kembali menunjukkan kesiapsiagaan dan dedikasinya…

3 jam ago

Libur Panjang Kenaikan Isa Al-Masih, Kakorlantas Pastikan Polisi Siaga 24 Jam Kawal Arus Mudik dan Wisata

Jakarta, Bharindo.co.id — Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Hari Kenaikan Isa Al-Masih dan cuti…

3 jam ago

Kurir Narkoba Sekaligus Begal Sadis Dibekuk! Residivis Kambuhan Lempar Korban ke Selokan di Jakbar

Jakarta, Bharindo.co.id — Aksi begal brutal yang membuat pengendara motor terjatuh ke selokan di kawasan…

3 jam ago

FPII “Gedor” DPRD Majalengka: DBH Migas Diduga Tak Transparan, Desa Terdampak Merasa Hanya Kebagian Debu!

Majalengka, Bharindo.co.id — Transparansi pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas di Kabupaten Majalengka kembali memantik…

3 jam ago

Polres Wonosobo Kerahkan Ratusan Personel Amankan Libur Panjang dan Jalur Wisata Dieng

Wonosobo, bharindo.co.id - Polres Wonosobo mengerahkan ratusan personel untuk pengamanan libur panjang, ibadah Kenaikan Yesus…

4 jam ago