Oktober 22, 2026
Pelatihan SPIT Divhumas Polri Lawan Hoaks

JAKARTA, Bharindo.co.id — Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran hoaks, Divisi Humas Polri memperkuat kemampuan pengelolaan informasi melalui Pelatihan Operator Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Karo PID Divhumas Polri, Brigjen Pol. S. Erlangga, M.I.Kom., di Hotel Veranda, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Oktober 2026, dengan tujuan meningkatkan kompetensi teknis serta menyamakan pemahaman operator SPIT di seluruh jajaran Polri.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan informasi agar lebih cepat, akurat, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. S. Erlangga menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyebarkan berita. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan membentuk persepsi publik terhadap suatu peristiwa.

Karena itu, fungsi kehumasan Polri dituntut tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan setiap data yang dikelola memiliki sumber yang jelas, relevan, dan terverifikasi.

“Kecepatan tidak boleh mengorbankan ketelitian.” Pesan tersebut menjadi penekanan dalam pelaksanaan tugas operator SPIT, yang memiliki peran strategis dalam mendukung penyampaian informasi institusi.

Menurutnya, proses verifikasi tidak boleh membuat informasi yang dibutuhkan masyarakat terlambat disampaikan. Kecepatan, ketepatan, akurasi, dan integrasi harus berjalan beriringan dalam pengelolaan informasi publik.

Sistem Pengelolaan Informasi Terpadu (SPIT) merupakan instrumen untuk menghimpun, mengelola, dan memanfaatkan informasi serta dokumentasi dari berbagai satuan di lingkungan Polri.

Namun, efektivitas sistem tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Kualitas data, kedisiplinan, ketelitian, serta kemampuan operator menjadi faktor penting dalam menghasilkan informasi yang layak dipublikasikan.

Brigjen Pol. S. Erlangga juga mengingatkan pentingnya peran Humas Polri dalam menghadapi hoaks dan disinformasi. Informasi yang disampaikan harus berlandaskan data dan fakta sehingga dapat menjadi rujukan publik sekaligus mendukung komunikasi institusi yang konstruktif.

Para peserta diminta memanfaatkan pelatihan secara optimal, bukan sekadar memenuhi formalitas kegiatan. Mereka diharapkan memperdalam penguasaan SPIT, bertukar pengalaman, menyampaikan kendala di satuan masing-masing, serta merumuskan solusi yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Divhumas Polri turut mendorong integrasi antara pengelolaan SPIT, produksi konten, dan kebutuhan komunikasi publik agar informasi dapat disampaikan secara lebih efektif dan konsisten.

“Data yang baik akan menghasilkan informasi yang baik, informasi yang baik akan menghasilkan komunikasi yang baik, dan komunikasi yang baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” menjadi pesan penting dalam sambutan Karo PID.

Melalui pelatihan ini, seluruh peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di satuan masing-masing serta memperkuat koordinasi antarpersonel kehumasan.

Peningkatan kapasitas operator SPIT diharapkan dapat mendukung pelayanan informasi yang profesional, transparan, dan terpercaya, sekaligus memperkuat upaya Polri dalam menghadirkan informasi yang akurat di tengah pesatnya perkembangan komunikasi digital. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *