Oktober 8, 2026
image (74)

JAKARTA, Bharindo.co.id — Pergantian pucuk pimpinan Polri membawa harapan sekaligus pekerjaan rumah baru. Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto yang kini resmi memegang tongkat komando Korps Bhayangkara didorong tidak sekadar meneruskan program pendahulunya, tetapi memperkuatnya agar semakin dirasakan masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melalui anggota Kompolnas Mohammad Choirul Anam. Sejumlah agenda yang dinilai perlu mendapat perhatian serius di era Suyudi antara lain digitalisasi pelayanan publik, perlindungan kelompok disabilitas, pengawasan terhadap personel, serta penguatan perlindungan perempuan dan anak.

Anam menilai pergantian kepemimpinan tidak seharusnya membuat program pembenahan yang telah berjalan berhenti di tengah jalan.

Menurutnya, program yang telah dibangun pada era Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo perlu dilanjutkan sekaligus diperkuat agar perubahan di tubuh Polri memiliki kesinambungan.

“Yang paling penting dalam konteks kepemimpinan beliau nanti, yang pertama memang melanjutkan apa yang dilakukan oleh Pak Jenderal Listyo Sigit,” kata Anam di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah digitalisasi pelayanan publik. Sistem berbasis digital dinilai dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian sekaligus membuka ruang transparansi dan pemantauan proses pelayanan.

Bagi masyarakat, digitalisasi bukan sekadar persoalan aplikasi atau teknologi. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi tersebut benar-benar memangkas kerumitan pelayanan dan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan bantuan kepolisian.

Karena itu, Kompolnas mendorong agar transformasi digital terus diperkuat di bawah kepemimpinan Suyudi.

Perhatian lain diarahkan kepada penyandang disabilitas.

Anam mengatakan berbagai kebijakan afirmatif yang telah dibangun pada masa kepemimpinan Listyo Sigit, baik terkait keterlibatan penyandang disabilitas maupun akses pelayanan kepolisian, perlu terus diperluas.

“Beberapa langkah yang sudah dibangun Pak Listyo Sigit soal disabilitas melalui tindakan affirmative action, baik menjadi bagian dari kepolisian maupun pelayanan kepolisian kepada kelompok disabilitas, kalau bisa memang diperkuat,” ujarnya.

Dorongan tersebut menempatkan akses pelayanan yang setara sebagai salah satu bagian dari agenda pembenahan yang perlu mendapat perhatian pada era kepemimpinan baru.

Tidak kalah penting adalah pengawasan terhadap anggota Polri.

Kompolnas mendorong penguatan pengawasan baik dari sisi internal maupun eksternal. Di internal, Divisi Propam dinilai perlu terus diperkuat, termasuk penerapan sanksi yang tegas dan konsisten terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

Sementara dari sisi eksternal, Anam mendorong penguatan peran Kompolnas serta terbukanya ruang pengawasan publik terhadap kinerja kepolisian.

Menurutnya, pengawasan publik menjadi bagian penting agar institusi kepolisian dapat terus melakukan koreksi terhadap pelayanan dan perilaku anggotanya.

Persoalan perempuan dan anak juga menjadi perhatian khusus.

Kompolnas mendorong penguatan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) agar tidak hanya tersedia pada tingkat Polda, tetapi dapat menjangkau hingga tingkat Polres.

“Zamannya Listyo Sigit itu ada penguatan PPA di Polda-Polda yang masih terbatas, dan itu bisa dilanjutkan agar semua Polda bisa memilikinya. Bahkan tidak hanya level Polda, bahkan level Polres sehingga merata kebutuhannya,” kata Anam.

Penguatan tersebut diharapkan membuat penanganan perkara yang menyangkut perempuan dan anak dapat semakin dekat dengan masyarakat serta memiliki dukungan struktur yang memadai di tingkat kewilayahan.

Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pada kesempatan yang sama, Presiden juga melantik Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengangkatannya sebagai Kapolri sebelumnya telah mendapat persetujuan DPR RI melalui rapat paripurna.

Pergantian tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di tubuh Polri. Sementara Listyo Sigit Prabowo selanjutnya dipercaya menjabat Kepala Staf Kepresidenan.

Dengan resmi dilantiknya Suyudi, sorotan publik kini bergeser dari proses pergantian kepemimpinan kepada pelaksanaan agenda di lapangan.

Kompolnas berharap berbagai program yang telah berjalan tidak hanya dipertahankan, tetapi dibuat semakin konkret dan menjangkau kebutuhan masyarakat.

Artinya, tantangan kepemimpinan baru Polri bukan semata menjaga keberlanjutan program lama, melainkan memastikan reformasi pelayanan, pengawasan personel, akses bagi kelompok rentan, serta perlindungan perempuan dan anak benar-benar hadir dalam praktik sehari-hari.

Tongkat komando telah berganti. Kini publik menunggu sejauh mana perubahan itu benar-benar terasa di tengah masyarakat. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *