Mei 11, 2026
image - 2026-05-07T142658.207

PALEMBANG, bharindo.co.id – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bergerak cepat melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki PT Seleraya yang terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Sebanyak 16 kantong jenazah korban meninggal dunia telah tiba di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 05.10 WIB.

Proses identifikasi dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sumsel bersama Tim DVI Pusdokkes Mabes Polri di Posko DVI Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H mengatakan, langkah identifikasi dilakukan guna memastikan identitas para korban yang sebagian besar mengalami luka bakar serius akibat kobaran api saat kecelakaan terjadi.

“Total korban dalam peristiwa ini sebanyak 20 orang, terdiri dari 16 korban meninggal dunia, 3 korban luka berat, dan 1 korban luka ringan,” ujar Kombes Pol. Nandang, Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Insiden tersebut melibatkan Bus ALS bernomor polisi BK-7778-DL dan mobil tangki R6 PT Seleraya bernomor polisi BG-8196-QB.

Menurut hasil penyelidikan awal, kecelakaan diduga bermula saat Bus ALS yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi berusaha menghindari lubang jalan. Namun kendaraan kehilangan kendali dan masuk ke jalur berlawanan hingga bertabrakan dengan truk tangki yang datang dari arah berlawanan.

Benturan keras mengakibatkan kedua kendaraan terbakar hebat dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di lokasi kejadian, aparat kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti penting berupa bangkai kendaraan yang hangus terbakar, tabung gas, mesin motor, hingga barang pribadi milik penumpang.

Proses evakuasi dan pengawalan jenazah dilakukan personel Polres Lubuk Linggau dengan mengerahkan 16 unit ambulans di bawah pengamanan ketat kepolisian.

Polda Sumsel juga memastikan pelayanan maksimal kepada keluarga korban selama proses identifikasi berlangsung. Untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi, Posko DVI membuka layanan Call Center di nomor +6282178038910.

“Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara profesional, transparan, dan humanis,” tegas Kombes Pol. Nandang.

Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat berkendara serta mematuhi rambu lalu lintas demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Data Korban Meninggal Dunia:

  1. Aryanto (49), pengemudi mobil tangki PT Seleraya, warga Lubuk Linggau.
  2. Martono (48), penumpang mobil tangki PT Seleraya, warga Musi Rawas Utara.
  3. Alif (44), pengemudi Bus ALS, warga Jawa Tengah.
  4. Saf (50), kenek Bus ALS, warga Medan.
  5. Maleh (42), kru Bus ALS, warga Medan.
  6. Relodo, penumpang Bus ALS.
  7. Zulkifli, penumpang Bus ALS.
  8. Aldi Sulistiawan, penumpang Bus ALS.
  9. Rani, penumpang Bus ALS.
  10. Bela, anak dari Aldi Sulistiawan dan Rani.
  11. Enam korban lainnya masih dalam proses identifikasi Tim DVI Polri.

Korban Selamat:

  1. Jumiatun (35), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
  2. Ngadiono (44), warga Pati, Jawa Tengah, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
  3. Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal, mengalami luka bakar dan dirawat di RSUD Rupit.
  4. M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS, warga Riau, mengalami luka ringan. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *