April 18, 2026
669221269_1355816883245606_8265045401327074898_n

Jambi, bharindo.co.id — Wakapolda Jambi B. Ali bersama para Pejabat Utama (PJU) Polda Jambi turun langsung menemui massa aksi mahasiswa yang menggelar unjuk rasa di depan Mapolda Jambi, Kamis (9/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menyampaikan sejumlah tuntutan terkait isu yang menjadi perhatian mereka.

Menanggapi aksi tersebut, Wakapolda Jambi bersama jajaran PJU memilih pendekatan humanis dengan duduk bersama para demonstran di jalan untuk berdialog secara langsung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keterbukaan Polri dalam menerima aspirasi masyarakat.

Kehadiran pimpinan Polda Jambi di tengah massa aksi menjadi wujud komitmen kepolisian dalam membangun komunikasi dua arah serta mendengarkan langsung berbagai tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

Kapolda Jambi Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Erlan Munaji menegaskan bahwa Polri berkomitmen menangani setiap permasalahan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Kami memahami kekhawatiran dan tuntutan yang disampaikan oleh adik-adik mahasiswa. Polda Jambi berkomitmen untuk menangani kasus ini secara serius, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian membuka ruang pengawasan publik sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Kami akan terus mengedepankan keterbukaan informasi dan memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara profesional. Terkait tuntutan yang disampaikan, akan menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti secara maksimal,” tambahnya.

Aksi unjuk rasa tersebut menyoroti pentingnya kinerja kepolisian dalam penegakan hukum. Meski demikian, kegiatan berlangsung tertib, aman, dan kondusif hingga selesai tanpa adanya gangguan berarti.

Pendekatan dialogis yang dilakukan Polda Jambi diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat, serta menciptakan suasana yang kondusif dalam menyampaikan aspirasi secara demokratis. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *