Juli 4, 2026
8ffdd0c2-0886-4935-8041-0b397a3313b0_481936

JAKARTA, bharindo.co.id – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan sebanyak 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah tantangan global, perkembangan teknologi, serta meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Penegasan tersebut disampaikan Wakapolri saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-35, Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan Ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7).

Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan yang terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Mereka akan kembali ke satuan masing-masing untuk mengemban tugas sebagai calon pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas.

“Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” tegas Wakapolri.

Menurutnya, dinamika global yang dipengaruhi konflik geopolitik, perang, hingga persaingan antarnegara berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, dan perekonomian dunia. Situasi tersebut turut memengaruhi Indonesia sehingga stabilitas keamanan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan nasional.

Wakapolri menegaskan Polri memiliki peran strategis untuk memastikan berbagai program prioritas pemerintah, seperti swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, serta pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan secara aman dan kondusif.

Selain itu, perkembangan teknologi digital juga membawa tantangan baru berupa meningkatnya kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) oleh pelaku kejahatan.

Karena itu, seluruh lulusan pendidikan kepemimpinan Polri diminta meningkatkan kemampuan di bidang teknologi melalui penguasaan AI, analisis data, serta Open Source Intelligence (OSINT) guna mendukung pengambilan keputusan yang cepat, akurat, dan berbasis data.

“Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme masih terus berkembang, terutama melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Sepanjang periode 2023 hingga 2026, Polri berhasil melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris sekaligus mempertahankan capaian zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.

Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran tidak lengah terhadap berkembangnya radikalisme digital maupun fenomena Nihilistic Violent Extremism. Upaya deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, dan pengawasan ruang siber harus terus diperkuat melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Mengutip pesan Presiden Republik Indonesia pada Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menegaskan bahwa kekuatan utama Polri terletak pada kepercayaan masyarakat. Hal itu sejalan dengan hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis terhadap kinerja Polri.

“Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Setiap tindakan, keputusan, dan sikap saudara akan mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, serta hadir memberikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pesannya.

Pada penutupan pendidikan tersebut, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. pada kategori Sespimti. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diberikan kepada Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. untuk kategori Sespimmen dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H. pada kategori SPPK. Sementara penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Pratama kategori Sespimma diraih AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M.

Menutup amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan menjadikan ilmu, pengalaman, serta nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal untuk memperkuat institusi Polri, meningkatkan sinergi lintas sektor, dan menjaga kepercayaan masyarakat dalam menghadapi tantangan keamanan nasional di masa mendatang. (jkls***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *