Juli 25, 2024

Bharindo Sulteng,- Kapal Motor Harapan Maju yang sedang membawa 6 anak buah kapal tenggelam di perairan Toli-Toli, 4 Korban di antaranya merupakan warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kesyahbandaran UPP Kelas II Bajoe liyas kepada awak media Bharindo,

“Kami sudah terima laporannya kapal pengangkut kelapa sawit tenggelam di perairan Tolitoli. Ada 6 ABK kapal dan 4 di antaranya orang Bone,” Jumat (14/6/2024)

Insiden itu terjadi di laut sejauh 40 mil dari pantai Desa Ogotua, Kecamatan Dampal Utara, Kabupaten Tolitoli pada Kamis (13/6/2024) kemarin sekitar pukul 18.00 Wita. Beruntung semua korban berhasil diselamatkan.

Adapun identitas ke 4 korban asal Bone, yakni Harto (49), Samsul Bahri (51), Resno Suharto (26), dan Alex (29). Sedangkan dua nelayan lainnya asal Kabupaten Bombana , Sulawesi Tenggara adalah Madris (49), dan Ahmad Nur (30).

6 Anak Buah Kapal itu terombang ambing selama 3 jam di laut lepas, Mereka baru di selamatkan oleh nelayan yang sedang melaut.

“Dari informasi yang kami terima kurang lebih 3 jam terombang ambing di laut baru diselamatkan oleh nelayan. Keenam orang itu semua selamat dan kini berada di Polsek Dampai Utara,” Kata Joko

Joko menerangkan, kapal ini berlayar dari Muara Berau, Kalimantan Timur menuju Bitung Sulawesi Utara dengan memuat kernel sawit sebanyak 300 ton pada hari Rabu, (12/6). Namun kapal tenggelam akibat di hantam badai pada Kamis (13/6) sekira pukul 15.00 Wita.

“Warga tersebut terapung di lautan karena kapal yang mereka gunakan tenggelam akibat di hantam badai. Mereka menyelamatkan diri dengan menggunakan rakit yang mereka buat dari drom yang ada di kapal,” Ujar Joko

Ia menambahkan, mereka baru di temukan oleh Nelayan Desa Ogotua sekitar pukul 18.00 Wita dan langsung di evakuasi ke puskesmas setempat. Setelah kondisi kesehatam mereka di nyatakan baik selanjutnya di bawa ke Mako Polsek Dampal Utara.

“Sudah ada mi di kantor polisi Toli-Toli Nanti kita minta tolong di sana, nanti di arahkan agar Anak Buah Kapal (ABK) di kembalikan.” Jelasnya

“Kapal itu sudah lama berlayar tinggalkan Bone. Tapi pemiliknya dan ABK-nya orang dari Bajoe,”sambung Joko. (Jdss***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.