Maret 14, 2026
image - 2025-12-11T233209.691

bharindo.co.id Jakarta,- Rangkaian kegiatan Dilibas: Diskusi Literasi Kebangsaan STIK resmi memasuki episode penutup. Ketua STIK Lemdiklat Polri, Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, menyampaikan apresiasi atas suasana dialog terbuka dan refleksi kritis yang tercipta sepanjang program tersebut.

“Hari ini Diskusi Dilibas memasuki episode terakhir. Luar biasa, beyond my expectation. Kita terbuka semua,” ujarnya saat membuka diskusi.

Irjen Eko menegaskan bahwa pendidikan di STIK tidak hanya berfokus pada penguatan intelektual, tetapi juga membangun kepekaan para peserta.

“Di lembaga ini ada dua hal yang dididik: logika dan rasa,” tegasnya.

Diskusi penutup ini menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pandangan kritis dan konstruktif terkait tantangan Polri ke depan. Mereka adalah Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid, Ketua PBNU; Usman Hamid, aktivis HAM dan Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia; serta Prof. Dr. Eko Prasojo, Ketua Dewan Guru Besar Universitas Indonesia.

Irjen Eko menyampaikan optimisme bahwa tradisi keterbukaan seperti yang dibangun dalam forum Dilibas akan membawa perubahan positif bagi Polri.

“Ruangan ini menjadi saksi kebersamaan kita. Kita tidak tahu lima atau sepuluh tahun ke depan, Polri akan semakin baik,” ungkapnya.

Program Dilibas pun resmi ditutup dengan catatan harapan bahwa dialog, refleksi, dan keberanian menerima kritik akan menjadi fondasi penting bagi transformasi kepolisian ke arah yang lebih profesional dan humanis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *