April 28, 2026
image (33)

Jakarta, bharindo.co.id — Upaya membentuk wajah baru Kepolisian Republik Indonesia kembali ditegaskan. Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menggelar seminar strategis bertajuk “UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi” di Auditorium Mutiara, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Forum ini bukan sekadar diskusi biasa. Sejumlah pemangku kebijakan, akademisi, hingga praktisi berkumpul untuk membedah arah masa depan pendidikan dan sumber daya manusia Kepolisian Negara Republik Indonesia di tengah tekanan era digital dan tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Dosen Kepolisian Utama TK I STIK, Chryshnanda Dwilaksana, menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama yang menentukan kualitas Polri ke depan.

“Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi pilar utama,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan lintas disiplin dalam ilmu kepolisian serta transformasi menuju pemolisian modern berbasis teknologi.

“Pemolisian harus berkembang ke arah electronic policing dan forensic policing. Polisi bukan sekadar penegak hukum, tapi penjaga kehidupan dan pejuang kemanusiaan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, melontarkan pernyataan tegas soal arah reformasi Polri. Ia menekankan perlunya percepatan reformasi secara menyeluruh, termasuk pembaruan kurikulum pendidikan dan penguatan nilai hak asasi manusia.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan sikap politik DPR terkait posisi institusi Polri.

“Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Ini sikap tegas DPR berdasarkan konstitusi dan TAP MPR,” ungkapnya.

Habiburokhman turut menyinggung fenomena no viral no justice yang kini menjadi sorotan publik di era keterbukaan informasi.

“Fenomena itu tidak bisa dihindari. Yang terpenting adalah bagaimana aparat merespons cepat setiap isu ketidakadilan yang muncul,” katanya.

Ia menekankan bahwa transparansi adalah kunci utama menjaga kepercayaan masyarakat.

“Senjata kita satu-satunya adalah keterbukaan. Dengan itu, kepercayaan publik bisa tetap terjaga,” tegasnya.

Seminar UNIPOL ini menjadi sinyal kuat bahwa reformasi Polri tidak bisa ditunda. Kolaborasi lintas sektor dinilai mutlak untuk melahirkan personel yang adaptif, profesional, dan berintegritas—sekaligus menjawab tuntutan zaman yang terus berubah cepat. (dns***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *