Camat kema Daniel Kunenanung SE
bharindo.co.id Minut,- Langkah tegas dan penuh energi ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Kema bersama Forkopimcam dalam Rapat Koordinasi Bulanan yang digelar di Desa Waleo Dua, Kamis (19/2/2026). Forum strategis ini menjadi ajang “bongkar pasang” persoalan desa sekaligus memperkuat komitmen pembangunan dan ketertiban wilayah se-Kecamatan Kema.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Camat Kema Daniel Kumenaung, dan dihadiri unsur Forkopimcam, antara lain Wakapolsek Kema, Danramil Kema–Kauditan, Puskesmas Kema, 10 Kepala Desa serta perwakilan perangkat desa.
Dalam forum tersebut, seluruh kepala desa memaparkan situasi, kondisi, serta perkembangan desa selama Januari 2026, termasuk program rutin yang wajib dilaksanakan.
Camat Kema Daniel Kumenaung menegaskan bahwa rapat koordinasi ini digelar setiap bulan dan berpindah dari desa ke desa sebagai bentuk pengawasan aktif dan transparan.
Tak hanya soal administrasi, Camat juga menyoroti program kebersihan JGKWL (Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan) yang wajib dilaksanakan setiap Jumat sesuai program Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
“Kesadaran menjaga kebersihan adalah fondasi kesehatan dan kenyamanan masyarakat. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi budaya,” tegasnya.
Isu strategis lainnya adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Camat Kema mengingatkan pentingnya pelunasan pajak tepat waktu sebagai tulang punggung pembangunan desa.
“Semakin tinggi kesadaran masyarakat membayar pajak, semakin kuat kemampuan daerah membiayai pembangunan berkelanjutan. Orang bijak taat pajak. PBB lunas, hati tenang, pembangunan desa lancar,” ujarnya penuh semangat.
Secara terpisah, Hukum Tua Desa Waleo Dua Marthens Sumampouw, ST menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tersebut.
“Rapat koordinasi ini sangat efektif untuk menyampaikan perkembangan desa. Terkait pajak, kami akan segera tindak lanjuti penagihan. Mari manfaatkan waktu sebelum jatuh tempo. Kesadaran membayar pajak mencerminkan ketaatan hukum. PBB adalah modal utama pembangunan infrastruktur desa,” tegasnya.
Di sela kegiatan, Wakapolsek Kema melontarkan peringatan keras terkait maraknya balap liar dan penggunaan knalpot racing yang meresahkan masyarakat.
“Balap liar bukan sekadar pelanggaran, tapi aksi nekat yang bisa berujung pidana. Pikirkan orang tua di rumah. Suara knalpotmu tidak membuktikan dirimu hebat, justru mengganggu istirahat masyarakat. Jadilah pelopor keselamatan, bukan pelopor kecelakaan,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi bukti nyata sinergitas Pemerintah Kecamatan Kema dan Forkopimcam dalam menjaga stabilitas wilayah, meningkatkan disiplin pajak, membudayakan kebersihan, serta memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat. (edis***)
