Jombang, bharindo.co.id – Ironis, itulah gambaran Desa Plabuhan Kecamatan Plandaan saat ini, dimana program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Dana Desa maupun program lainnya seakan terbuang percuma sehingga membuat kerugian negara.
Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Dusun Sempol, Desa Plabuhan, Kecamatan Plandaan yang bersumber dari Dana Desa (DD) TA 2024 yang pada saat itu baru seumur jagung sudah ambrol, demikian juga dengan program Jombang Berkadang tahun 2022 untuk pembangunan MCK (mandi cuci kakus) juga ada yang tidak dikerjakan (fiktif)
Investigasi di lokasi menemukan TPT yang dibangun dengan anggaran Rp 55.720.000 dengan volume 61,5 meter tersebut kini kondisinya memprihatinkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan serta keterangan warga setempat, TPT hanya berumur 2 sampai 3 bulan setelah dibangun langsung ambrol.
“Seingat saya waktu itu hanya berumur 2 atau 3 bulan TPT tersebut, setelah dibangun langsung ambrol,” Ujar warga setempat, Selasa (7/7)
Ambrolnya TPT tersebut diduga kualitas pengerjaan yang kurang baik. Kalau dihitung antara anggaran dengan volume terbilang sangat mahal. Anggaran Rp 55.720.000 dibangunkan dengan volume 61,5 m, kalau di kalkulasi per meternya menghabiskan anggaran 900 ribu lebih.
Sungguh fantastis biaya yang dianggarkan jika dibandingkan dengan kwalitas bangunan yang hanya seumur jagung.
Dalam kesempatan yang sama, Tair warga Dusun Sempol yang tubuhnya mengalami cacat fisik sejak lahir yang juga salah satu penerima program MCK tahun 2022 mengatakan, “sampai saat ini MCK saya belum dibangun pak, demikian juga milik pak Kasmidi, Bu Nasikah, Bu Priani, semua belum dibangun. Bangunan MCK punya Bu Priani untuk septic tank nya hanya di gali dan belum di cor”. Ucap Tair, Selasa (7/7)
Warga berharap Aparat Penegak Hukum untuk segera memanggil kepala desa serta siapa saja yang terlibat dalam pembangunan proyek desa tersebut. Bukan hanya merugikan masyarakat tetapi juga merugikan keuangan negara.
Kepala Desa Plabuhan, Andi saat dihubungi tim media Bhayangkara Indonesia di nomer 08570886** mengatakan, “untuk TPT sudah ada tahap untuk perbaikan masalahnya terbentur anggaran, sedangkan untuk MCK yang belum dikerjakan akan segera saya selesaikan pembangunannya. Untuk MCK pak Tair kita alihkan ke penerima lainnya karena dia tidak mau.” Ujarnya, Selasa (7/7)
Seperti yang diketahui keterangan kades Plabuhan dengan Tair berbanding terbalik. Menurut keterangan Kades, Tair tidak mau menerima program MCK tersebut. Sedangkan menurut keterangan Tair, dirinya sangat mengharapkan program MCK tersebut.
(Prass***)
