September 18, 2026
WhatsApp Image 2026-09-16 at 22.05.30

BITUNG, bharindo.co.id – Kesalahpahaman antar tokoh masyarakat di Kota Bitung berhasil diselesaikan secara kekeluargaan. Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H. menjadi jembatan perdamaian dengan mempertemukan para pihak di Ruang Transit Kapolres Bitung, Rabu (16/9/2026).

Pertemuan mempertemukan Hasisanto Pasa atau Kep Anto Ketua Forsa Warkop Bitung, Richard Mamuntu Ketua Ormas Adat Esa Keter, dan Mario Mamuntu Ketua Ormas Brigade Nusa Utara. Kapolres didampingi Kasat Intelkam dan KBO Intelkam Polres Bitung.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Kapolres membuka ruang dialog agar masing-masing pihak menyampaikan pandangan secara dewasa. Tidak ada saling menyalahkan, yang dikedepankan adalah saling mendengar demi menjaga persaudaraan dan keamanan Kota Bitung.

Dengan kebesaran hati, ketiga tokoh sepakat saling memaafkan dan mengakhiri kesalahpahaman. Mereka juga berkomitmen bersama untuk tidak membiarkan persoalan pribadi berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

“Kita duduk bersama bukan untuk mencari siapa salah siapa benar, tapi mencari jalan terbaik agar persoalan tidak berkembang. Yang utama adalah menjaga persaudaraan dan keamanan Kota Bitung,” ujar Kapolres.

Kapolres mengapresiasi sikap ketiga tokoh yang memilih jalan damai.

“Saya apresiasi kebesaran hati semua pihak. Hari ini kita buktikan setiap masalah bisa selesai dengan komunikasi, kepala dingin, dan hati terbuka,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga kondusifitas.

“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab kita bersama. Jangan mudah terprovokasi. Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan bersama. Polres Bitung selalu terbuka untuk menjadi bagian dari solusi,” tegas AKBP Arie.

Pertemuan ditutup dalam suasana akrab dengan komitmen bersama menjaga Kota Bitung tetap aman dan kondusif.

“Torang Samua Basudara” – Pesan sederhana yang menjadi pengingat bahwa dengan komunikasi dan saling menghormati, perbedaan justru mempererat persaudaraan.

Polres Bitung terus mengedepankan langkah preventif dan pendekatan humanis bersama seluruh elemen masyarakat sebagai wujud Polri Hadir Untuk Masyarakat.

(Eds***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *