September 17, 2026
WhatsApp Image 2026-09-16 at 16.55.46 (1)

TRENGGALEK, Bharindo.co.id – Polemik rencana retribusi penonton Festival Jaranan Trenggalek Terbuka / FJTT 2026 memicu reaksi keras dari pelaku seni,Rabo(16/9/2026).

Gabungan pegiat yang terdiri dari Relawan Suket Teki, Paguyuban Banteng Kridho, Badan Kesenian Nasional (BKN), Paguyuban Barong Nggalek Nyawiji (BARNGAJI), dan LSM Kompak melayangkan surat resmi Permohonan Hearing ke Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek.

Surat bernomor 015/RSTN/TRENGGALEK tersebut ditandatangani Ketua Paguyuban Banteng Kridho Sugeng Nariyo, Ketua Suket Teki Trimo Dwi Cahyono, Ketua BKN Bekti Adi Saputra, dan Koordinator Vrendi Wahyu P.

Ada 3 tuntutan utama:

1. MENOLAK RETRIBUSI PENONTON Festival Jaranan Trenggalek 2026
2. MEMOHON DPRD UNTUK MENINJAU & MENGEVALUASI Perencanaan FJTT 2026 karena kegiatan tersebut sudah dibiayai oleh Anggaran Daerah melalui Dinas Pariwisata
3. MENUNDA KEGIATAN FJTT 2026 apabila dalam kegiatan tersebut terdapat unsur merugikan masyarakat khususnya pelaku seni dan UMKM.

Koordinator aksi, Vrendy Wahyu alias “BENDOT” menjelaskan pembatalan hearing dilakukan karena adanya solusi konkret dari Pemda dan panitia FJTT.

“Benar hearing kita batalkan karena sudah diakomodir oleh pemerintah daerah dan juga pihak panitia FJTT yang akan memberikan kursi gratis sebanyak 1.000,” ujar Vrendy, Selasa 16 September 2026.

Menurut Vrendy, pemberian 1.000 kursi gratis ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Trenggalek agar tetap bisa menikmati pagelaran jaranan tanpa terbebani biaya.

“Kami apresiasi langkah cepat Pemda dan panitia. Tuntutan kami dari awal bukan menolak FJTT, tapi menolak adanya pungutan yang memberatkan masyarakat. Dengan adanya kursi gratis ini, akses warga untuk menonton tetap terbuka,” tambahnya.

Festival Jaranan Trenggalek Terbuka merupakan agenda budaya tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Isu retribusi sempat memicu keresahan karena dikhawatirkan membatasi warga menonton.

Dengan adanya keputusan ini, Vrendy berharap FJTT 2026 dapat berjalan lancar, meriah, dan tetap berpihak pada rakyat.

“Kami kawal sampai hari H. Pastikan 1.000 kursi gratis ini benar-benar bisa diakses warga, bukan hanya formalitas,” tegasnya.

Rencana hearing akan dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, Pukul 10.00 WIB di Kantor DPRD Kabupaten Trenggalek.

Berujung Solusi: Hearing Dibatalkan, 1000 Kursi Gratis

Namun sehari setelah surat dilayangkan, Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan Panitia Festival Jaranan Trenggalek mengambil langkah cepat.

Melalui pengumuman resmi, Hearing DINYATAKAN DIBATALKAN. Pemkab menyatakan telah mengakomodir aspirasi dengan menyediakan 1000 KURSI GRATIS untuk masyarakat dan pegiat seni Jaranan di acara Festival Jaranan tersebut.

Kebijakan retribusi yang dikhawatirkan membebani penonton dan pelaku UMKM akhirnya tidak jadi diberlakukan untuk 1000 kursi tersebut. Festival tetap berjalan sebagai warisan budaya yang bisa dinikmati bersama. (wdys***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *