TERNATE, bharindo.co.id — Penguatan pengamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) terus menunjukkan hasil konkret. PT Antam (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara sukses menuntaskan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Implementasi Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) dengan capaian impresif.
Kegiatan intensif selama lima hari ini resmi ditutup di Hotel Bela Ternate, Sabtu (2/5/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Tim Bintek Baharkam Polri, Mirzal Alwi, serta dihadiri auditor profesional dan jajaran manajemen perusahaan.
Berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh terhadap Elemen I hingga Elemen V, PT Antam UBPN Maluku Utara mencatat skor implementasi sebesar 84,95 persen—angka yang menunjukkan kesiapan sistem pengamanan berada pada kategori baik dan terukur.
Auditor profesional Sutrisno Dewo Gonomurti menegaskan bahwa implementasi SMP wajib mengacu pada Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2019 sebagai standar utama pengamanan Obvitnas. Senada dengan itu, Sukarto menekankan pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang selaras dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Mining & Operation Support Senior Manager PT Antam UBPN Maluku Utara, Kamrul Bakti Sitorus, menegaskan bahwa penerapan SMP merupakan langkah strategis dalam menghadapi potensi ancaman keamanan yang semakin kompleks.
“Penerapan SMP bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama untuk mengantisipasi gangguan keamanan sejak dini,” ujarnya.
Meski meraih nilai tinggi, tim auditor tetap memberikan catatan perbaikan. Tercatat 37 temuan dokumen kategori kuning yang harus segera ditindaklanjuti sebagai bagian dari penguatan sistem menjelang audit resmi berikutnya.
Manajemen PT Antam pun memastikan komitmennya untuk melakukan pembenahan secara cepat dan menyeluruh.
“Kami mengapresiasi seluruh tim. Setiap temuan, baik administratif maupun lapangan, akan segera kami tindaklanjuti demi memperkuat sistem pengamanan perusahaan,” tambah Kamrul.
Penutupan kegiatan ditandai dengan penandatanganan berita acara hasil Bintek serta penyerahan nilai evaluasi secara simbolis. Acara ini turut disaksikan perwakilan Polda Maluku Utara serta mitra Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) PT Transdana Profitri.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara Polri dan sektor industri kian solid dalam menjaga stabilitas dan keamanan objek vital nasional di tengah dinamika ancaman yang terus berkembang. (***)