Juni 24, 2024

Bharindo Sibolga, – Diduga akibat hubungan arus pendek dari salahsatu rumah warga, belasan rumah di lorong enam dan lima di Kelurahan Aek Habil, Kecamatan Sibolga Selatan, ludes dilalap si jago merah. Peristiwa kebakaran ini, merupakan yang kedua kali melanda pemukiman padat penduduk tersebut, pasalnya peristiwa serupa juga pernah terjadi di lokasi yang sama pada Januari 2020 lalu.

Peristiwa kebakaran yang menghanguskan belasan rumah warga itu, terjadi pada Rabu (13/03/2024) malam. Sontak peristiwa itu menyebabkan warga langsung berhamburan keluar rumah, untuk menyelamatkan diri.

Pemukiman padat penduduk dan rumah yang terbuat dari kayu papan, mengakibatkan kobaran api cepat merambat ke rumah – rumah warga. Akibatnya, kobaran api merambat ke rumah warga yang berada di lorong lainnya.

Di lokasi, warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya karena pemadam kebakaran yang diturunkan ke lokasi sempat kehabisan pasokan air. Setelah berjibaku kurang lebih 2 jam lamanya, akhirnya kobaran api dapat dipadamkan setelah 4 mobil damkar ditambah 3 unit mobil tangki air milik Pemko Sibolga diturunkan ke lokasi.

“Ada sebanyak enam rumah yang hangus terbakar di lorong enam ini, yang terdapat didalamnya ada 8 keluarga. Kemudian, sementara untuk lorong lima ada sebanyak 11 rumah yang terbakar dan mengalami kerusakan, jadi ada sekitar 19 keluarga yang terdampak peristiwa kebakaran ini” Jelas Alamsyah Satriwal, Camat Sibolga Selatan.

Sementara itu, Kapolsek Sibolga Selatan, AKP Bremer Hulu menjelaskan, dugaan sementara api berasal dari hubungan arus pendek dari salahsatu rumah warga. Namun dikatakan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran tersebut.

“Untuk dugaan sementara akibat korsleting listrik dari rumah warga yang bernama Rahmat Simanullang, rumahnya dari lorong 6 arah laut. Jadi kita dari pihak kepolisian akan terus menindaklanjuti dan melakukan penyeledikan terhadap peristiwa ini” ungkapnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sementara untuk para korban saat ini hanya bisa mengungsi di tenda darurat, yang di siapkan oleh Pemerintah Kota Sibolga. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.