Categories: MINAHASA UTARA

DUKUNG PROGRAM PUSAT, KECAMATAN KEMA GALAKKAN TANAM JAGUNG, RICA, TOMAT & UMBI LIBATKAN 100 PERSONEL MAPALUS DARI 10 DESA

Minut, bharindo.co.id – Pemerintah Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, menggelar Gerakan Ketahanan Pangan sebagai bentuk dukungan terhadap Program Pemerintah Pusat. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda, S.E., MAP, M.M., M.Si. dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H. Selasa (21/4/2026)

Camat Kema Daniel Kumenaung, S.E. dalam keterangannya menyampaikan bahwa gerakan ini menyasar pemanfaatan lahan tidur dan pekarangan rumah warga untuk ditanami komoditas pangan strategis. “Sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wabup, kita tidak boleh hanya menunggu. Kecamatan harus jadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat tapak. Untuk itu, 10 desa di Kecamatan Kema saya minta masing-masing mengutus 10 orang untuk kerja Mapalus. Jadi total 100 orang turun serentak. Ini bagian dari ikhtiar mengendalikan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat,” jelasnya.

Sebagai tulang punggung di lapangan, Kecamatan Kema membentuk dan mengaktifkan Kelompok Mapalus Ketahanan Pangan Perangkat Desa Kecamatan Kema (KEPO MAS KETAPANG PRADES KE KEMA). Program KEPO MAS ini beranggotakan seluruh perangkat desa se-Kecamatan Kema dan 100 personel utusan dari 10 desa yang kerja Mapalus. Tugas utama mereka: menjadi teladan pemanfaatan pekarangan, menggerakkan warga untuk menanam, mendata lahan tidur potensial, serta mengawal distribusi bibit hingga masa panen. “Ini semangat Mapalus torang hidupkan kembali. Torang perangkat desa dan utusan desa harus kase contoh dulu baru ajak masyarakat. Prinsipnya baku bantu, baku jaga untuk kedaulatan pangan dari desa,” tegas perwakilan KEPO MAS KETAPANG.

Kegiatan diawali dengan pencanangan serentak penanaman bibit jagung, rica (cabai), tomat, terong, serta umbi-umbian seperti singkong dan ubi jalar di lahan demplot Kantor Kecamatan Kema oleh Camat Daniel Kunenaung bersama anggota KEPO MAS KETAPANG PRADES KE KEMA dan 100 personel Mapalus utusan 10 desa. Pemilihan komoditi jagung, rica, dan tomat dilakukan karena merupakan bahan pokok masyarakat Minahasa Utara sekaligus komoditi penyumbang inflasi yang harganya fluktuatif di pasar. Sementara umbi-umbian dikembangkan sebagai pangan alternatif sumber karbohidrat.

Selanjutnya, kelompok tani dan TP-PKK desa se-Kecamatan Kema didorong untuk mereplikasi gerakan ini di wilayah masing-masing dengan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan dikawal langsung oleh perangkat desa serta 10 personel Mapalus tiap desa yang tergabung dalam KEPO MAS. Setiap desa diminta fokus mengembangkan minimal 1 hektar lahan untuk jagung dan rica, serta mewajibkan setiap rumah tangga menanam tomat dan umbi di pekarangan.

Bupati Minahasa Utara Dr. Joune Ganda sebelumnya telah menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah hingga ke tingkat desa/kelurahan dalam memperkuat ketahanan pangan. “Program pusat ini wajib kita sukseskan. Mulai dari halaman rumah, kantor, sampai lahan-lahan aset desa harus produktif. Jangan ada sejengkal tanah pun yang menganggur. Tanam jo jagung, rica, tomat. Itu torang pe kebutuhan tiap hari,” tegas Bupati dalam berbagai kesempatan.

Wakil Bupati Kevin William Lotulung menambahkan, ketahanan pangan adalah isu strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak. “Kalau pangan aman, ekonomi stabil. Peran kecamatan, perangkat desa, dan sistem Mapalus sangat vital sebagai ujung tombak. Saya apresiasi Kecamatan Kema dan program KEPO MAS KETAPANG yang cepat menindaklanjuti arahan ini dengan aksi nyata tanam jagung dan rica lewat 100 orang Mapalus dari 10 desa,” ujar Wabup Kevin.

Melalui Gerakan Ketahanan Pangan ini, Pemerintah Kecamatan Kema menargetkan setiap desa memiliki kebun percontohan jagung dan rica, serta lumbung pangan keluarga berbasis umbi-umbian yang digerakkan KEPO MAS KETAPANG PRADES KE KEMA bersama 100 personel Mapalus. Selain menjaga stok, gerakan ini juga diharapkan menekan pengeluaran rumah tangga dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan program nasional pengendalian inflasi, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan penurunan angka stunting di Kabupaten Minahasa Utara. (eds***)

adminbharindo

Recent Posts

Personel Polsek Ngoro Dampingi Petani Meninjau Tanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan

Jombang, bharindo.co.id  - Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan serta upaya mewujudkan swasembada pangan nasional,…

26 menit ago

Warga Desa Pogalan,Ngulankulon dan Ngadirenggo Terdampak Tambang, Minta Stopel Tempat Penimbunan Material Segera Dipindah

TRENGGALEK, bharindo.co.id  – Warga Desa Pogalan,Desa Ngulankulon dan Desa Ngadirenggo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek mengeluhkan…

28 menit ago

Aturan SPPG Darussalam Sumberingin Tuai Kritik,Makan Harus Jam 10.00, Tak Boleh Dibawa Pulang, Uang Negara Mubazir.

TRENGGALEK, bharindo.co.id – Kebijakan baru SPPG Darussalam Desa Sumberingin, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek menuai sorotan.…

33 menit ago

LMAPJ Wajo Apresiasi Langkah Tegas Ketua Komisi III DPRD Wajo Soal Temuan BPK Parkir

WAJO, bharindo.co.id - LSM Lembaga Masyarakat Anti Penyalagunaan Jabatan [LMAPJ],Hermanto buroncong sering disapa Anto Brc,…

35 menit ago

3 Pelaku Pembobol Minimarket Diamankan Polres Garut Setelah 19 kali Beraksi

Garut, bharindo.co.id - Sat Reskrim Polres Garut berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan…

38 menit ago

Dalam Satu Bulan Polres Garut Ungkap 12 Kasus Narkotika Dan 16 Tersangka Diamankan

Garut, bharindo.co.id - Polres Garut menggelar konferensi pers hasil pengungkapan kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika…

41 menit ago