Manado, bharindo.co.id – Peringatan Jumat Agung tahun ini dimaknai Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Stevanus, sebagai momentum refleksi bersama atas nilai pengorbanan, kasih, dan pengampunan dalam kehidupan sosial.
Dalam pernyataannya, ia menilai Jumat Agung bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan pengingat atas pengorbanan besar Nabi Isa Al-Masih yang memiliki makna universal bagi kemanusiaan.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut melampaui batas agama, karena berbicara tentang ketulusan, empati, serta kesediaan untuk mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Makna Jumat Agung mengajarkan kita tentang kasih yang tulus dan pengampunan, serta kesediaan untuk berkorban demi kepentingan yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menambahkan, refleksi tersebut penting di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Nilai-nilai itu dinilai dapat menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkuat kolaborasi pembangunan di Sulawesi Utara.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Ia mengajak masyarakat yang tidak merayakan Jumat Agung untuk tetap menghargai makna hari suci tersebut sebagai bagian dari komitmen kebhinekaan.
“Ini adalah wujud nyata dari toleransi yang menjadi kekuatan bangsa kita,” katanya.
Dalam pandangannya, Jumat Agung tidak hanya berhenti pada dimensi spiritual, tetapi juga memiliki relevansi sosial yang kuat, terutama dalam memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. (eds***)