Oktober 23, 2026
Sinergi Polri dan Kemenhub Jelang Nataru 2026

JAKARTA, bharindo.co.id – Mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat pada masa libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) serta Lebaran 2027, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menerima audiensi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi beserta jajaran Kementerian Perhubungan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, terutama dalam mempersiapkan pengamanan perjalanan, menjaga keselamatan transportasi, serta memastikan kelancaran mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Kapolri didampingi Astamaops Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie, Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap, Kakorlantas Polri Brigjen Pol. Aries Syahbudin, serta Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Pol. Anwar.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan Kementerian Perhubungan perlu terus diperkuat, mengingat periode Nataru dan Lebaran merupakan momentum dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Kami mendapatkan kunjungan dari Bapak Menteri Perhubungan dan jajaran, kita lanjutkan sinergitas dan kolaborasi yang sudah kita tempuh selama ini agar bisa lebih maksimal lagi. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki momentum-momentum besar seperti Nataru, kemudian berlanjut dengan Lebaran yang waktunya juga tidak terlalu lama setelah itu,” terang Kapolri.

Koordinasi sejak dini dinilai penting untuk mempersiapkan langkah pengamanan, mengantisipasi kepadatan perjalanan, serta meningkatkan kesiapan petugas di lapangan. Dengan perencanaan yang matang, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berjalan lebih efektif selama periode libur panjang.

Selain membahas kesiapan pengamanan Nataru dan Lebaran, pertemuan tersebut turut menyoroti penguatan koordinasi dalam penanganan kecelakaan transportasi, baik di darat, laut, maupun udara.

Kapolri menegaskan bahwa Polri, khususnya melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas), akan terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam menangani berbagai persoalan lalu lintas yang menjadi perhatian masyarakat.

“Pak Korlantas juga akan senantiasa bekerja sama dalam hal-hal yang krusial, karena isu-isu terkait lalu lintas terutama menjadi momok di masyarakat. Untuk itu, kita akan terus bekerja sama dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung langkah pencegahan kecelakaan, meningkatkan kepatuhan pengguna jalan, serta memperkuat koordinasi dalam penanganan keadaan darurat di jalur transportasi.

Keselamatan perjalanan juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Pengendara diimbau mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta menjaga kondisi fisik sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang selama ini terjalin antara Kementerian Perhubungan dan Polri di berbagai sektor, termasuk dalam penyelenggaraan kegiatan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin dengan sangat baik selama ini antara Polri dan Kementerian Perhubungan di beberapa sektor dan event-event besar, seperti Nataru maupun Lebaran,” ujar Dudy.

Selain persiapan menghadapi periode libur besar, pembahasan juga mencakup penguatan sinergi di bidang pendidikan bersama Polri. Kerja sama lintas sektor tersebut diharapkan mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kualitas pelayanan transportasi dan keamanan.

Penguatan koordinasi Polri dan Kementerian Perhubungan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pelayanan publik menjelang Nataru 2026–2027 dan Lebaran 2027.

Tantangan seperti kepadatan lalu lintas, potensi kecelakaan, kelancaran arus kendaraan, serta keselamatan penumpang membutuhkan perencanaan terpadu dan respons cepat dari seluruh instansi terkait.

Melalui sinergi tersebut, kedua pihak diharapkan dapat meningkatkan kesiapan personel, memperkuat pengawasan transportasi, dan memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat sebelum maupun selama perjalanan.

Pada akhirnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat, tetapi juga oleh kedisiplinan pengguna transportasi dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan. Keselamatan harus menjadi prioritas agar masyarakat dapat menjalani perjalanan liburan dan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan tertib. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *