Categories: Nasional

KEBUT AKSES DIGITAL! PEMERINTAH TANCAP GAS RATIKAN INTERNET NASIONAL DEMI PENDIDIKAN SETARA

bharindo.co.id Jakarta,- Pemerintah menyalakan mesin besar transformasi digital. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini memfokuskan langkah agresif pada pemerataan akses internet nasional demi menjamin hak belajar yang setara bagi seluruh pelajar Indonesia—dari pusat kota hingga pelosok terpencil.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan, negara tidak boleh membiarkan jurang digital menjadi penghalang masa depan generasi muda.

“Di wilayah padat penduduk kualitas layanan relatif stabil, sementara di daerah terpencil penguatan infrastruktur terus kami lakukan,” kata Nezar, Selasa (13/1/2026).

Saat ini, jaringan internet telah menjangkau sekitar 97 persen wilayah berpenduduk. Namun, tantangan besar masih membayangi: kualitas layanan yang belum merata. Pemerintah menilai ketersediaan akses saja tidak cukup jika tidak diiringi kecepatan dan stabilitas yang memadai untuk kebutuhan pendidikan digital.

Data Kemkomdigi mencatat, kecepatan internet rata-rata nasional masih berada di kisaran 45 Mbps, tertinggal dari rata-rata negara Asia Tenggara. Kondisi ini mendorong pemerintah menetapkan target ambisius.

“Dalam tiga tahun ke depan, kami menargetkan kecepatan internet nasional meningkat hingga 100 Mbps, termasuk percepatan perluasan jaringan 5G yang saat ini masih di bawah 10 persen,” ujar Nezar.

Langkah ini diposisikan sebagai agenda strategis negara, bukan sekadar proyek teknologi. Pemerataan internet dipandang sebagai kunci untuk memutus kesenjangan pendidikan, membuka akses pengetahuan, dan memastikan pelajar di daerah terpencil memiliki peluang yang sama dengan mereka yang tinggal di kota besar.

Kemkomdigi juga memastikan konektivitas digital akan menopang sistem pembelajaran daring nasional, agar siswa dapat mengakses platform pendidikan tanpa hambatan teknis.

“Pemerataan akses internet untuk pendidikan adalah bagian dari pemenuhan hak belajar. Ini fondasi kebijakan pendidikan berbasis digital,” tegas Nezar.

Dengan target kecepatan dua kali lipat dan perluasan jaringan generasi terbaru, pemerintah menegaskan satu pesan: masa depan pendidikan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh lokasi geografis. Internet kini diposisikan sebagai jembatan emas menuju keadilan pendidikan dan daya saing bangsa. (hnds***)

adminbharindo

Recent Posts

Polda Papua Gelar Apel Pagi Gabungan, Perkuat Disiplin dan Soliditas Personel

Jayapura, bharindo.co.id  — Kepolisian Daerah Papua menggelar apel pagi gabungan di Mapolda Papua Baru, Koya…

29 menit ago

Polda Bali Intensifkan Pengawasan Harga Pangan, Satgas Saber Pangan Turun ke Pasar dan Distributor

Denpasar, bharindo.co.id — Polda Bali melalui Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pangan (Satgas Saber Pangan)…

33 menit ago

Bid Propam Polda Kaltim Periksa Senjata Api dan Disiplin Personel Polres Kutai Timur

Kutai Timu, bharindo.co.id — Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan…

36 menit ago

Polisi Periksa Sopir Taksi Listrik Usai Insiden Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi

Bekasi, bharindo.co.id  — Kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sopir taksi listrik online Green SM menyusul insiden…

40 menit ago

Korban Tewas Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Bertambah Jadi 15 Orang

Jakarta, bharindo.co.id  — Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan…

44 menit ago

Pasokan Energi Nasional Stabil, Pemerintah Perkuat Strategi Kemandirian Energi

Jakarta, bharindo.co.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan kondisi pasokan…

46 menit ago