Agustus 6, 2026
WhatsApp Image 2026-08-05 at 12.42.18

WONOSOBO, bharindo.co.id – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Wonosobo. Krisis air bersih yang melanda Dusun Bersole, Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, memaksa warga berjuang memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Melihat kondisi tersebut, Polres Wonosobo bergerak cepat dengan menyalurkan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak, Selasa (4/8/2026).

Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat saat menghadapi bencana kekeringan. Polres Wonosobo menggandeng Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo agar distribusi bantuan berjalan cepat, tepat sasaran, dan menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Sebanyak 10.000 liter air bersih disalurkan untuk warga RT 008 dan RT 009 RW 003 Dusun Bersole. Dari jumlah tersebut, 5.000 liter dialirkan ke toren penampungan umum, sedangkan 5.000 liter lainnya didistribusikan langsung ke tempat penampungan air milik warga.

Kapolres Wonosobo, AKBP Ricky Pripurna Atmaja, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan respons cepat jajaran Polres Wonosobo terhadap kondisi masyarakat yang mulai terdampak serius akibat kemarau panjang.

“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Polres Wonosobo akan terus hadir bersama pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memberikan pelayanan serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegas AKBP Ricky Pripurna Atmaja.

Menurutnya, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menghadapi ancaman kekeringan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Bantuan tersebut disambut antusias warga yang selama beberapa waktu terakhir mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Pasokan air yang diterima diharapkan mampu mencukupi kebutuhan rumah tangga sembari menunggu sumber-sumber air kembali pulih.

Kabiro Media Bharindo Wonosobo mas Budi menilai, meningkatnya dampak musim kemarau harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Langkah cepat yang dilakukan Polres Wonosobo bersama Damkar dan BPBD diharapkan menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi lintas instansi mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat yang sedang menghadapi krisis kebutuhan dasar. (bdys***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *