Februari 26, 2026
WhatsApp Image 2026-01-06 at 12.12.11

bharindo.co.id Mamasa,-  Selasa 6 Januari 2026 – Kepolisian Resor (Polres) Mamasa Polda Sulawesi Barat menggelar kegiatan kenal pamit Kapolres Mamasa sebagai bagian dari proses transisi kepemimpinan strategis di sektor keamanan daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa pada Senin, 5 Januari 2026 ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan mekanisme konsolidasi institusional dalam menjaga stabilitas politik dan pemerintahan di tingkat lokal.

Kehadiran lengkap unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mamasa, mulai dari Bupati dan Wakil Bupati Mamasa, pimpinan DPRD, hingga Sekretaris Daerah, menegaskan pentingnya peran Polri sebagai aktor kunci dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Dalam perspektif politik lokal, momentum kenal pamit ini menjadi ruang simbolik untuk menegaskan kembali komitmen kolektif elite daerah terhadap stabilitas keamanan sebagai prasyarat utama pembangunan dan legitimasi kekuasaan.

Partisipasi unsur TNI, Kejaksaan, Lembaga Pemasyarakatan, dan Kementerian Agama menunjukkan bahwa pengelolaan keamanan di Kabupaten Mamasa tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dalam jejaring kekuasaan dan koordinasi antar-lembaga negara.

Sinergi tersebut merupakan bentuk praktik governance kolaboratif yang bertujuan meminimalkan potensi konflik sosial, terutama di wilayah dengan karakter geografis dan sosial yang kompleks seperti Mamasa.

Dalam sambutan pamitnya, AKBP Muchlis Nadjar, S.H., S.I.K. menekankan nilai kerja sama lintas sektor yang telah terbangun selama masa kepemimpinannya.

Secara politis, pernyataan tersebut menandai keberhasilan menjaga keseimbangan hubungan antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil, yang menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas politik lokal pasca-pemilu dan dalam dinamika demokrasi daerah.

Sementara itu, Kapolres Mamasa yang baru, AKBP Ariantony Utama Bangalino, S.H., S.I.K., menyampaikan komitmen untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan elemen masyarakat.

Dalam konteks politik keamanan, pernyataan ini merepresentasikan kesinambungan kebijakan (policy continuity) sekaligus penegasan bahwa perubahan kepemimpinan tidak dimaknai sebagai perubahan arah strategis, melainkan penguatan peran Polri sebagai stabilisator sosial dan politik.

Kehadiran jajaran internal Polres Mamasa, kepala OPD, serta organisasi Bhayangkari memperlihatkan soliditas internal sekaligus dukungan administratif dan sosial terhadap kepemimpinan baru.

Secara sosiologis-politis, soliditas ini menjadi modal institusional penting dalam menghadapi tantangan keamanan, termasuk potensi konflik sosial, isu hukum strategis, serta dinamika kepentingan politik lokal.

Penutupan acara melalui penyerahan cenderamata, foto bersama, dan ramah tamah memiliki makna simbolik sebagai legitimasi informal terhadap transisi kekuasaan di tubuh kepolisian daerah.

Momentum ini sekaligus menandai berlangsungnya regenerasi kepemimpinan keamanan yang diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara penegakan hukum, stabilitas politik, dan aspirasi masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan kenal pamit Kapolres Mamasa tidak semata menjadi rutinitas organisasi, melainkan bagian dari arsitektur politik lokal dalam memastikan keberlanjutan pemerintahan yang stabil, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik. (Herman Welly***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *