Juli 21, 2024

Bharindo Tanggerang,- Jaringan internasional pornografi anak menjerat delapan korbannya dengan modus main bareng (mabar) gim online. Pada saat itu, pelaku mengiming-imingi korban dengan memberikan hadiah hingga mendapat kepercayaan dari para orang tuanya.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Reza Pahlevi, Sabtu (24/2/2024). “Para pelaku mendekati korban dengan memberikan hadiah seperti telepon selular, uang, serta makanan,” ujarnya.

Karena sering memberikan hadiah, para korban menilai pelaku sebagai sosok seorang kakak yang peduli kepada mereka. “Akhirnya pelaku kemudian berani mengunjungi rumah para korbannya,” kata Reza.

Ketika korban merasa semakin dekat, pelaku pun menjanjikan sejumlah uang yang menggiurkan. “Syaratnya, korban bersedia diajak melakukan adegan intim dan kemudian direkam,” ucapnya.

Hasilnya, sebanyak 1.254 foto dan 3.870 video asusila diproduksi dan dijajakan melalui media sosial hingga ke luar negeri. Untuk satu konten berdurasi dua menit, pelaku menjualnya dengan kisaran harga USD50 hingga USD100.

Menurut Reza, pelaku juga menyasar teman-teman korban lainnya yang masih berstatus anak di bawah umur. Bahkan, pelaku menawarkan kepada rekan-rekannya untuk menggunakan anak-anak ini sebagai mitra aktivitas seksual sesama jenis.

Polresta Bandara Soekarno-Hatta bersama Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) berhasil membongkar jaringan internasional pornografi anak online. Lima pelaku yang memproduksi dan mengedarkan foto dan video asusila hingga ke mancanegara itu berhasil diringkus. (Ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.