CIANJUR, bharindo.co.id – Polri membuktikan komitmennya tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengambil peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Polri menggelar penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat, Rabu (19/8/2026), sebagai langkah nyata menuju swasembada bawang putih nasional.
Program nasional tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanaman bawang putih, panen raya, serta ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di Kabupaten Cianjur, kegiatan penanaman melibatkan para petani di wilayah Cianjur Utara dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian produktif. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produksi bawang putih sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
Saat ini, kebutuhan bawang putih nasional mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun, sementara sekitar 95 persen masih dipenuhi dari impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang mendorong Polri mengambil langkah konkret untuk memperkuat produksi dalam negeri.
Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M. menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi langsung arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian pangan Indonesia.
“Seperti yang selalu disampaikan Bapak Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia. Maka dari itu, Polri bergerak untuk menyukseskan Asta Cita swasembada, salah satunya melalui komoditas bawang putih,” ujar Wakapolri.
Menurut Wakapolri, pengembangan budidaya bawang putih telah dimulai sejak 2025 melalui kerja sama dengan kelompok tani di berbagai daerah. Hingga tahun 2026, luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 948 hektare dengan capaian panen basah sekitar 9.480 ton.
Program tersebut juga mendapat dukungan luas dari jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.
“Sebanyak 14 Polda dengan 59 Polres telah berpartisipasi aktif dalam program ini. Total lahan yang telah ditanam mencapai 279,53 hektare dengan estimasi hasil panen sebesar 2.795,4 ton,” jelas Wakapolri.
Selain penanaman di Jawa Barat, kegiatan nasional juga dipusatkan di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, yang meliputi penanaman bawang putih pada lahan seluas 120 hektare, panen raya di lahan 105 hektare, serta pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.
Gudang tersebut akan difungsikan sebagai fasilitas penyimpanan dan penjemuran hasil panen untuk menjaga kualitas bawang putih sekaligus memperkuat stabilitas pasokan nasional.
Sementara itu, di wilayah Polda Jawa Barat, penanaman bawang putih serentak dilaksanakan pada lahan seluas 44,58 hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 445,8 ton.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa keberhasilan program budidaya bawang putih tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan bibit unggul, serta sistem pengairan yang memadai.
Untuk itu, Polri membentuk tim riset kolaboratif beranggotakan 25 orang yang terdiri dari Bakomsus Pertanian, personel Polri, kelompok tani, mahasiswa, dan para ahli pertanian.
“Tim ini akan mempelajari bibit, karakteristik lahan, dan pola budidaya yang hasilnya akan ditransfer kepada kelompok tani dan para mitra di Jawa Barat,” ungkap Kapolda.
Dalam mendukung kebutuhan bibit, Polri memperoleh bantuan 1 ton bibit bawang putih dari PTPN, ditambah dukungan swadaya masyarakat. Ke depan, kerja sama dengan Dinas Pertanian dan berbagai mitra strategis akan diperkuat melalui pengembangan green house pembibitan, sehingga ketersediaan bibit unggul dapat terjamin secara berkelanjutan.
Untuk menghadapi tantangan musim kemarau, Polri bersama para pemangku kepentingan juga menyiapkan pembangunan sistem pipanisasi dan sarana pengairan di sejumlah lokasi budidaya agar produktivitas lahan tetap terjaga.
“Dengan sarana prasarana yang juga dibangun, diharapkan budidaya bawang putih ini dapat berkelanjutan secara optimal,” pungkas Kapolda.
Melalui kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, kelompok tani, BUMN, akademisi, dan berbagai mitra strategis, program ini diharapkan mampu mempercepat terwujudnya swasembada bawang putih, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta memperkokoh ketahanan pangan nasional sebagai salah satu fondasi menuju Indonesia yang mandiri dan berdaulat. (ags***)
GARUT, bharindo.co.id — Unit Reskrim Polsek Malangbong Polres Garut mengamankan seorang pria yang diduga menjual…
Wonosobo, bharindo.co.id – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah ditunjukkan Kodim 0707/Wonosobo dengan menyalurkan bantuan…
Minut, bharindoi.co.id - Detik-detik akhir penutupan pendaftaran Bakal Calon Hukum Tua Desa Tontalete Rok-rok berlangsung…
MAMASA, Bharindo.co.id – Kehadiran Polri di tengah masyarakat kembali diwujudkan Bhabinkamtibmas Desa Pasapa Mambu, Kecamatan…
POLMAN, Bharindo.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Barat menuntaskan penyidikan perkara dugaan…
MAMUJU, Bharindo.co.id – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Korps Lalu Lintas Bhayangkara, Direktorat Lalu…