Categories: HUKUM

Panggilan Kejagung Tak Dihadiri, Dugaan Mafia Pajak Rp500 Milyar Muncul di Kasus Pabrik Rokok Malang

bharindo.co.id Malang, Jawa Timur,— Dugaan pelanggaran kewajiban perpajakan kembali mencuat dan menjadi perhatian publik nasional. Perusahaan pabrik rokok CV Cakra Mas Jaya yang beroperasi di wilayah Malang, Jawa Timur, diduga tidak memenuhi kewajiban pembayaran pajak selama kurang lebih 11 tahun. Dugaan tersebut disebut melibatkan sedikitnya 11 konsorsium usaha yang terafiliasi, sehingga potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp500 miliar.

Keterlibatan sejumlah konsorsium ini diduga menjadi bagian dari pola operasional usaha yang kompleks dan terstruktur. Skema tersebut kini disorot karena berpotensi dimanfaatkan untuk menghindari kewajiban perpajakan serta merugikan keuangan negara dalam jangka panjang.

Kasus ini mencuat ke publik seiring pemberitaan yang dirilis oleh media daring bharindo.co.id, yang menindaklanjuti adanya pemanggilan oleh Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) terhadap pemilik CV Cakra Mas Jaya untuk kepentingan klarifikasi dan pendalaman perkara.

Namun hingga saat ini, pemilik perusahaan tersebut disebut telah mengabaikan pemanggilan pertama dan kedua dari Kejagung RI. Tidak adanya kehadiran maupun klarifikasi resmi dinilai sebagai sikap tidak kooperatif dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Selain itu, berdasarkan keterangan yang diterima, respons bukan disampaikan langsung oleh pihak perusahaan, melainkan melalui oknum tertentu yang diduga meminta agar pemberitaan yang telah dipublikasikan segera diturunkan (take down). Upaya tersebut menuai perhatian karena dinilai berpotensi menghambat transparansi informasi dan kebebasan pers.

Sumber yang mengikuti perkembangan perkara ini menyebutkan bahwa Kejagung RI dikabarkan tengah menyiapkan langkah hukum lanjutan dalam waktu dekat, apabila pihak terkait tetap tidak memenuhi panggilan resmi. Negara ditegaskan tidak akan takut dan tidak akan mundur, meskipun beredar dugaan adanya pihak-pihak yang memberikan perlindungan atau bekingan di belakang perusahaan tersebut.
Sejalan dengan semangat reformasi hukum dan perpajakan, aspirasi publik pun menguat.

“Bapak Presiden dan Menteri Keuangan Bapak Purbaya diharapkan menertibkan mafia pajak di Negara Indonesia tanpa pandang bulu,” demikian seruan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pengamat: Pola Konsorsium Harus Dibongkar

Pengamat hukum pidana ekonomi yang enggan disebutkan namanya menilai, dugaan keterlibatan banyak konsorsium dalam satu kasus pajak perlu ditelusuri secara menyeluruh.

“Jika benar ada 11 konsorsium yang terafiliasi, maka aparat penegak hukum tidak boleh hanya fokus pada satu entitas, tetapi harus membongkar keseluruhan jaringan usaha dan aliran keuangannya,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat pajak dari kalangan akademisi menyebut bahwa dugaan penunggakan pajak selama lebih dari satu dekade merupakan indikasi lemahnya kepatuhan pajak yang sistematis.

“Kerugian negara sebesar itu tidak mungkin terjadi tanpa pola yang berulang. Negara harus hadir dan memastikan tidak ada perlakuan istimewa bagi wajib pajak besar,” tegasnya.

Menanggapi pemberitaan tersebut, bharindo.co.id menegaskan bahwa informasi yang disampaikan bukan bertujuan menghakimi, melainkan sebagai bagian dari fungsi pers dalam meminta klarifikasi dan menjalankan kontrol sosial. Media tersebut menyatakan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, prinsip keberimbangan, serta asas praduga tak bersalah.

Kasus dugaan penunggakan pajak yang melibatkan banyak konsorsium ini kini menjadi perhatian luas masyarakat. Publik diimbau untuk mengawal proses hukum secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab, agar penegakan hukum berjalan transparan, adil, dan memberikan kepastian hukum demi kepentingan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Cakra Mas Jaya belum memberikan pernyataan atau klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. (adts***)

adminbharindo

Recent Posts

Dandim 0707/Wonosobo Sambut Kapten Inf Masraniansyah, Lepas Kapten Inf Redo Asmadi

bharindo.co.id WONOSOBO,– Kodim 0707/Wonosobo menggelar Tradisi Korps dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) perwira di Aula…

18 jam ago

AWAS! BUS BERSILANG MERAH DILARANG JALAN — Kemenhub Ingatkan Bahaya Mengintai Penumpang

bharindo.co.id Jakarta,— Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan peringatan tegas kepada masyarakat agar tidak menggunakan bus yang…

18 jam ago

Densus 88 Gelar Dialog Kebangsaan di Batam, Tekankan Pencegahan Intoleransi dan Radikalisme

bharindo.co.id Batam,— Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk Interreligius Dialogue and…

18 jam ago

TEGURAN BERUJUNG AMUK! Pria di Cengkareng Diduga Dianiaya Tetangga Gara-Gara Drum Tengah Malam

bharindo.co.id Jakarta,— Insiden mengejutkan terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Teguran sederhana soal kebisingan justru…

18 jam ago

TEROR DI JALANAN IBU KOTA! Polisi Bekuk Pelaku Penyiraman Zat Berbahaya terhadap Pelajar

bharindo.co.id Jakarta,— Aksi kekerasan yang sempat menggegerkan warga Jakarta Pusat akhirnya terungkap. Tim penyidik Polres…

19 jam ago

Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Tegakkan Kebenaran dan Perangi Korupsi

bharindo.co.id Malang,— Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk berani menyuarakan kebenaran serta tidak…

19 jam ago