Juni 15, 2024

Bharindo Jakarta, –  Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia (UII), Prof. Masduki mengatakan bahwa pers Indonesia sedang menghadapi krisis kepercayaan dari masyarakat. Indikasi itu bisa dilihat salah satunya dengan adanya migrasi masyarakat untuk mendapatkan informasi ke media sosial.

Hal itu disampaikan Masduki sehubungan dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2024 yang diperingati setiap 9 Februari. Menurutnya, krisis kepercayaan terjadi akibat media konvensional sudah tidak bisa diandalkan memberikan informasi atau berita yang jujur dan berimbang, terutama tentang pemilu.

“Krisis kepercayaan sebagai buntut dari krisis independensi media di Indonesia. Hal ini terjadi karena pers Indonesia saat sarat dengan kepentingan korporasi dan pemilik media yang juga berafiliasi dengan kepentingan politik,” kata Masduki dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Jumat (9/2/2024).

Menurutnya, tidak hanya pemilik medianya yang berafiliasi dengan kepentingan politik, tapi juga pengurus medianya dan bahkan jurnalisnya. Sekarang ini, menurut Masduki, media di Indonesia sebagian besar dimiliki oleh 8 konglomerat.

Mirisnya, para konglomerat pemilik media tersebut juga memiliki afiliasi dengan kepentingan politik. Perlu langkah kongkrit dari insan pers dan  organisasi profesi, seperti PWI, AJI, dan Dewan Pers, serta organisasi pers dan insan media lainnya untuk mengatasi krisis kepercayaan ini.

“Salah satunya dengan mendorong pemerintah lebih memiliki political will untuk bersama dengan parlemen merevisi beberapa peraturan perundang-undangan yang bisa melindungi pers dari konglomerasi. Contohnya revisi terhadap UU Pers, UU Perseroan, UU Pemilu, dan UU lainnya terkait kepentingan pers Indonesia,” kata Masduki.

Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari. HPN merupakan penghargaan bagi seluruh insan pers yang telah berkontribusi dalam memajukan dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Setiap tahunnya, HPN memiliki tema yang berbeda-beda, sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi di Indonesia.  Tema HPN tahun 2024 adalah “Mengawal Transisi Kepemimpinan Nasional dan Menjaga Keutuhan Bangsa”.

Tema ini dipilih sebagai respons terhadap suasana pesta demokrasi dalam pemilu 2024, di mana Indonesia akan memilih presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif. Tema ini juga dimaksudkan agar insan pers tetap menjaga keutuhan bangsa di tengah dinamika politik yang berkembang. Insan pers diharapkan dapat menjadi pengawal transisi kepemimpinan nasional yang demokratis, profesional, dan berintegritas.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengajak seluruh insan pers untuk bersama-sama mengawal transisi kepemimpinan nasional dan menjaga keutuhan bangsa. “Insan pers juga diharapkan dapat menjadi penjaga keutuhan bangsa yang beragam, toleran, dan harmonis.

PWI juga mengingatkan insan pers untuk tetap menjalankan tugas dan fungsi pers dengan mengedepankan kode etik jurnalistik. Juga prinsip-prinsip check and balance, serta hakikat pers sebagai pilar keempat demokrasi.

Sejarah Hari Pers Nasional tidak terlepas dari sejarah PWI, organisasi wartawan pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta. PWI lahir di tengah perjuangan dan mempertahanan kemerdekaan Indonesia dari ancaman penjajahan.

Peringatan HPN pertama kali diselenggarakan secara resmi pada 9 Februari 1985 di Gedung Utama Pekan Raya Jakarta, berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 5 Tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada 23 Januari 1985. Sejak itu, HPN menjadi agenda rutin yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, pameran, lomba, penghargaan, dan hiburan.

Terkait dengan logo HPN tahun 2024 menggambarkan siluet Garuda Pancasila yang melambangkan semangat nasionalisme dan patriotisme. Di dalam siluet Garuda terdapat gambar Monumen Nasional (Monas) yang melambangkan Jakarta sebagai ibu kota negara dan tempat penyelenggaraan HPN tahun 2024.

Di bawah siluet Garuda terdapat tulisan “Hari Pers Nasional 2024” dengan warna merah dan putih yang melambangkan bendera Indonesia. Hari Pers Nasional tetap penting untuk diperingati bersama. (Ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.