Juni 16, 2024

Bharindo Bali, – Polres Badung, Bali memeriksa dengan mengamankan 10 dari 30 orang terduga pelaku kasus penyerangan. Tepatnya, terhadap 15 orang anggota TNI dari Kompi A Yonif 900/Satya Bhakti Wirottama saat di Lapangan Futsal Kerobokan, Badung, Bali.

“Kami sudah amankan 10 orang dari kelompok tim futsal yang melempar batu, saat ini masih dalam pemeriksaan. Untuk mengetahui kronologi dan peran dari pelaku yang kita amankan, sesuai fakta hukum di TKP,” kata Kapolres Badung AKBP Teguh Priyo Wasono di Denpasar, Bali dilansir dari laman Antara, Jumat (9/2/2024).

Dia menerangkan, 10 orang terduga pelaku menjalani pemeriksaan maraton oleh penyidik Satreskrim Polres Badung. “Untuk mengetahui motif dan peran para pelaku serta kronologi kejadian,” ujar dia.

Satreskrim Polres Badung, kata dia, mengamankan 10 orang terduga pelaku penyerangan, pada Rabu (7/2/2024). “Penyebabnya karena ada kesalahpahaman menyebabkan terjadi pelemparan batu, mengenai salah satu pemain futsal dari anggota TNI,” katanya.

Tapi, Kapolres belum membeberkan identitas para pelaku, karena menunggu hasil pemeriksaan oleh penyidik. Sebelumnya, peristiwa penyerangan terhadap anggota Raider 900 oleh sekelompok orang tak dikenal terjadi, Rabu (7/2/2024).

Tempat kejadian perkara (TKP) di Big Ball Futsal Arena, Jalan Raya Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali. Kejadian bermula sekitar pukul 20.00 WITA, pada saat Serda STV beserta 15 orang anggota Kompi A Yonif 900/SBW, bermain futsal. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.