MAMASA, bharindo.co.id — Pagi itu, suasana kebun jagung di Dusun Rantepongko, Desa Tondokbakaru, Kabupaten Mamasa, tampak lebih ramai. Para petani Kelompok Tani (Poktan) “Mesakada” tengah sibuk memanen jagung yang telah mereka rawat selama lebih dari empat bulan.

Di tengah aktivitas tersebut, terlihat pula sosok polisi yang ikut turun ke lahan. Bukan untuk menertibkan, melainkan hadir mendampingi dan memastikan para petani dapat memanen hasil kerja keras mereka dengan aman dan lancar.
Adalah Bhabinkamtibmas Desa Tondokbakaru, Bripka Irwan P., yang pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 07.30 WITA datang langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring sekaligus pendampingan kegiatan panen jagung milik warga binaannya.
Panen tersebut merupakan hasil kerja keras Poktan “Mesakada” yang dikelola Tandi. Lahan seluas sekitar satu hektare itu mulai ditanami pada 22 April 2026 dan kini memasuki masa panen.
Bagi para petani, masa panen tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Setelah berbulan-bulan mengolah tanah, menanam, merawat, hingga menghadapi berbagai tantangan di lapangan, akhirnya hasil kerja keras mulai terlihat.
Kehadiran Bripka Irwan menjadi bentuk dukungan Polri kepada masyarakat sekaligus bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan di tingkat desa.
Tak sekadar berdiri mengawasi, Bhabinkamtibmas juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkomunikasi langsung dengan para petani. Suasana pun terasa lebih akrab. Petani dapat menyampaikan berbagai hal yang mereka hadapi, sementara polisi bisa melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah binaannya.
“Petani kuat, pangan kuat, masyarakat sejahtera.”
Semangat itulah yang ingin dibangun melalui kegiatan pendampingan tersebut. Ketahanan pangan bukan hanya urusan pemerintah atau petani, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kepolisian.
Kapolsek Mamasa IPTU Bongalagi mengatakan, kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus menjaga situasi keamanan agar tetap kondusif.
Menurutnya, pendampingan kegiatan pertanian juga menjadi kesempatan bagi anggota untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan keamanan. Kami ingin anggota juga hadir dalam aktivitas positif masyarakat, termasuk mendukung para petani,” ujarnya.
Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bentuk pemolisian yang mengedepankan pendekatan preventif dan humanis. Dengan sering bertemu masyarakat, komunikasi dapat terbangun dengan baik sehingga berbagai persoalan di lingkungan dapat diketahui dan diantisipasi lebih awal.
Di sisi lain, kegiatan panen berjalan lancar. Hingga selesai, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif.
Bagi Polsek Mamasa, mendampingi petani bukan sekadar menjalankan tugas. Ada pesan sederhana yang ingin terus disampaikan: ketika petani bekerja dengan tenang, pangan tumbuh, masyarakat pun ikut senang.
Melalui kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah aktivitas warga, Polres Mamasa Polda Sulbar terus mendorong sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

Dari kebun untuk masyarakat, dari petani untuk negeri.
Karena ketika petani sejahtera, pangan tersedia, masyarakat kuat, dan keamanan terjaga, maka semua ikut merasakan manfaatnya. (hws***)
