Mei 20, 2026
79cd2a1f-9ae8-4032-9995-fc60972d9279_889954

Yogyakarta, bharindo.co.id — Langkah besar transformasi Polri menuju era digital kembali ditegaskan. Listyo Sigit Prabowo menghadiri langsung peletakan batu pertama pembangunan Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Minggu (3/5/2026), dengan mengusung konsep Smart City yang digadang-gadang bakal mengubah wajah pelayanan kepolisian menjadi lebih modern, cepat, dan presisi.

Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa pembangunan Mapolda DIY tidak sekadar fisik, tetapi menjadi simbol lompatan besar Polri dalam mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam sistem kerja kepolisian.

“Ini bukan hanya gedung, tapi pusat kendali berbasis data yang akan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan secara real-time,” tegas Sigit.

Empat pilar utama menjadi fondasi konsep Smart City yang akan diterapkan:

Pertama, data-driven policing hub, yakni pusat kendali kepolisian berbasis data yang terintegrasi dari berbagai sumber secara real-time. Sistem ini memungkinkan respons cepat dan keputusan yang lebih akurat di lapangan.

Kedua, social listening and sentiment intelligence system, yang berfungsi memantau dinamika opini publik, khususnya di media sosial. Dengan teknologi ini, Polri dapat membaca “denyut nadi” masyarakat dan merespons isu secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Ketiga, cyber security defense center, sebagai benteng pertahanan digital untuk melindungi sistem dan data dari ancaman kejahatan siber seperti peretasan, penipuan online, hingga serangan digital lainnya.

Terakhir, decision intelligence and knowledge system, yakni sistem pengolahan data dan pengalaman menjadi basis pengetahuan strategis yang akan membantu pimpinan dalam mengambil keputusan yang lebih cerdas, presisi, dan berkelanjutan.

Dengan konsep ini, Mapolda DIY diproyeksikan menjadi salah satu model kepolisian modern di Indonesia yang tidak hanya responsif, tetapi juga prediktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam menjawab tantangan zaman, di tengah meningkatnya kompleksitas kejahatan berbasis teknologi.

“Ke depan, pelayanan kepolisian harus semakin adaptif, transparan, dan berbasis teknologi,” tutup Kapolri. (ils78***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *