Categories: TRENGGALEK

Puluhan PKL alun-alun merasa tercekik geruduk DPRD Trenggalek.

Bharindo,Trenggalek,Jatim-merasa rugi dan keberatan terhadap adanya event yang terus-menerus di alun-alun puluhan pedagang kaki lima (PKL) Trenggalek melakukan hearing dengan DPRD kabupaten Trenggalek. Kamis,(17/7/2025).

Maida irfa fisabila, perwakilan paguyuban PKL alun-alun menyampaikan bahwa kurangnya pengawasan dari Pemkab terhadap para PKL pelaku UMKM yang selama ini berjualan di sekitar alun-alun, pihaknya menolak jika penyelenggaraan event EO atau vendor yang menggunakan lokasi sekitaran alun-alun, hal itu dapat merugikan PKL yang selama ini menempati untuk berjualan.

“Kami dari perwakilan PKL alun-alun berupaya agar teman-teman bisa berjualan tanpa dibebani biaya mahal, karena kami ikut mendukung program UMKM.

Meida pun meneriakkan siap bersaing dengan pengusaha swasta lainnya untuk memberi pendapatan asli daerah (PAD) setiap bulan Rp9.000.000 dan terhitung satu tahun Rp108.000.000 akumulasi dari jumlah PKL 175.

“Di lapangan itu untuk bisa jualan di dalam alun-alun PKL harus bayar Rp750.000 sampai Rp1.000.000 belum termasuk listrik, sewa tenda dan sewanya Rp sampai 4.500.000 itu sangat berat bagi kami para PKL,”tegasnya.

Bahwa Pemkab Trenggalek sempat menyatakan atau menyampaikan kepada vendor maupun EO agar tidak memberatkan para PKL, namun prakteknya tidak sesuai.

“Kenyataannya, tetap membayar mahal dan kami mohon dari pihak Pemkab untuk event selanjutnya tolong jangan terlalu membebani atau mencekik rakyat.

Saat ini jumlah PKL pelaku UMKM yang berada di bawah naungan paguyuban meida sekitar 175 sampai 178 pedagang, dan yang aktif berjualan sehari-hari sekitar 120 sampai 140 pedagang.

“Saya murni memperjuangkan PKL ada tiga paguyuban paguyuban di sekitar lingkaran alun-alun, di sayap kanan kiri pendopo dan di pojok belakang wabup. Kita pun siap berjuang sama-sama mereka.”pungkasnya (meida). (wds***)

adminbharindo

Recent Posts

Kapolres Jombang Ajak Pelajar Siapkan Diri Menuju Indonesia Emas 2045 dan Hindari Kenakalan Remaja

Jombang bharindo.co.id,- Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR menjadi narasumber dalam kegiatan penguatan…

11 jam ago

Pemkab Jombang Segel Tower BTS Tak Berizin, Baru 9 dari 314 Kantongi SLF

Jombang bharindo.co.id,– Pemerintah Kabupaten Jombang melakukan penyegelan terhadap sejumlah tower BTS yang belum mengantongi Sertifikat…

13 jam ago

Abah Warsubi Bupati Jombang Hadiahkan 5 Umrah Gratis untuk Pasukan Kebersihan

Jombang bharindo.co.id,- Pemerintah Kabupaten Jombang di bulan Ramadan yang penuh berkah menggelar tasyakuran atas pencapaian…

13 jam ago

Anggaran Cetak Kalender DPRD Jombang Patut Dipertanyakan

Jombang bharindo.co.id,- Setiap tahun DPRD Kabupaten Jombang selalu menerbitkan kalender, dan ini menjadi agenda rutin…

13 jam ago

Diduga Tanah Sitaan KPK di Desa Babakan Cuyu Digarap Secara Ilegal Selama 3 Tahun

Majalengka bharindo.co.id,- Tanah pertanian seluas hampir 4 atau 5 bau yang berada di Desa Babakancuyu…

13 jam ago

Operasi Ketupat 2026 Digelar 13–25 Maret, Polri Siapkan 2.746 Posko dan Amankan 185.608 Objek

JAKARTA bharindo.co.id,- Polri resmi melaksanakan Operasi Ketupat 2026 dalam rangka pengamanan arus mudik dan balik…

1 hari ago